Disampaikan oleh anggota TRC BPBD Tabalong, jalur evakuasi dilakukan melalui Desa Mangkupum, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong.
“Upaya evakuasi sudah dilakukan sejak tadi malam oleh petugas gabungan, namun akses ke lokasi sangat sulit ditempuh,” kata Fahri, anggota TRC BPBD Tabalong.
“Pagi tadi 1 tim gabungan Basarnas dan BPBD beranggotakan 13 orang telah menuju lokasi menggunakan motor trail,” sambungnya.
Seluruh Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal
Lima orang yang menjadi korban atas peristiwa longsornya tambang emas tradisional di Kaltim berhasil ditemukan oleh tim gabungan Basarnas Banjarmasin, Basarnas Tabalong, BPBD setempat dan TNI-Polri bersama relawan.
Kabar tersebut disampaikan oleh Fahri, selaku anggota TRC BPBD Tabalong.
“Kelima korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Fahri, Sabtu (18/11/2023) malam.
Akhirnya, jenazah para korban longsor tambang emas tradisional Kaltim tersebut tiba di Desa Mangkupum, Muara Uya, Tabalong, Kalsel pada Minggu (19/11/2023) pagi.
Jenazah para korban dibopong semalaman di perjalanan oleh para petugas serta relawan gabungan untuk dibawa pulang.
Mereka tak hentinya bergiliran membawa jenazah para korban dengan berjalan kaki sejak Sabtu sore (18/11/2023).
Pukul 09.17 WITA romobongan pertama membawa jenazah satu tiba di Mangkupum. Disusul rombongan selanjutnya membawa 4 jenazah para korban sekitar pulul 10.20 WITA.
Rombongan tersebut disambut oleh Kepala BPBD Tabalong, BPBD Paser, Polres Paser dan beberapa pihak lainnya.
“Semua jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit H Badarudin Kasim di Maburai,” ujar anggota TRC BPBD Tabalong, Fachri.












