Ilustrasi KKB Papua.

kabarmuarateweh.id – Kepolisian Resor Nabire memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, tetap aman dan terkendali pascagangguan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Aparat kepolisian bersama unsur TNI telah meningkatkan intensitas patroli serta pengamanan di sejumlah titik strategis guna memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga dan aktivitas masyarakat berlangsung tanpa hambatan.

Kepala Kepolisian Resor Nabire, Samuel D. Tatiratu, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa panik. Ia memastikan bahwa situasi secara umum berada dalam kondisi kondusif dan kegiatan masyarakat tetap berjalan normal sebagaimana biasa.

Polisi melakukan patroli statis di sejumlah titik strategis serta patroli bergerak untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Warga juga diimbau mengaktifkan kembali poskamling dan melaporkan pendatang baru kepada RT dan RW setempat. Ia menegaskan setiap aksi kekerasan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Namun, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya agar kondisi keamanan tetap terjaga.

Sementara itu, Bupati Nabire, Mesak Magai, menyebut jaminan keamanan menjadi faktor penting agar kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial berjalan lancar.

Rekomendasi Berita  Sakit Hati Dibully Bau Badan, OB di Cirebon Bacok 4 Karyawan Koperasi

Ia menilai kehadiran aparat semakin memperkuat pengamanan, terlebih Nabire kini berstatus ibu kota Provinsi Papua Tengah.

Sebelumnya, KKB pimpinan Aibon Kogoya menyerang lokasi tambang emas milik PT Kristalin pada Sabtu 21 Februari.

Aparat gabungan kemudian melakukan operasi penegakan hukum yang berujung kontak tembak di hutan Nabarua, Kampung Kali Haparan, Distrik Nabire.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Faizal, menyatakan aparat berhasil menguasai lokasi dan mengamankan 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazen senjata api jenis SS1 dan AK-101, 12 telepon genggam, lima handy talky, serta uang tunai Rp79,9 juta. Sementara anggota KKB melarikan diri dan meninggalkan kamp mereka.(*)

Penulis : Leonardo