
kabarmuarateweh.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, membantah anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi anggaran pendidikan di kementeriannya. Ia menegaskan bahwa berbagai program pendidikan tetap berjalan dan bahkan akan diperluas.
“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa hal tersebut tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” tuturnya dalam keterangan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dikutip pada Jumat, 20 Februari 2026.
Alih-alih berkurang, Menteri Mu’ti menuturkan, anggaran pendidikan di Kemendikdasmen justru naik usai ada MBG. Kemendikdasmen juga sedang mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT), sebuah alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang sifatnya mendesak.
“Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Makanya Kemendikdasmen mengajukan ABT (Anggaran Biaya Tambahan),” sambungnya, dikutip dari keterangan resmi Badan Gizi Nasional (BGN).
Hal itu disampaikannya Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Timur yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya; Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hidayana; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; serta kepala daerah di Provinsi Jawa Timur.
Pada rakor tersebut, Menko Zulkifli Hasan bertanya kepada Mendikdasmen apakah anggaran pendidikan naik. Mu’ti mengonfirmasi hal itu.
“Intinya pendidikan anggarannya naik?” kata Zulhas.
“Alhamdulillah (anggaran pendidikan) naik. Dan ini menunjukkan bahwa sebenarnya perhatian Bapak Presiden terhadap pendidikan itu sangat besar, anggarannya masih signifikan,” jawab Mu’ti.
MBG juga menjadi bagian penting dalam program Kemendikdasmen, yaitu Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Tepatnya pada kebiasaan makan bergizi.
“Kebijakan MBG merupakan bagian tak terpisahkan dari program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat. Makan bergizi bukan hanya soal nutrisi, tetapi bagian dari pembentukan karakter,” tegasnya.
Terkait Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Kemendikdasmen juga melakukan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Pada 2025, Kemendikdasmen sudah melakukan pembangunan dan rehabilitasi 14.591 toilet di 11.490 satuan pendidikan serta pembangunan dan rehabilitasi 6.686 ruang UKS di 6.686 satuan pendidikan.
“Toilet, ruang UKS, dan sarana pendukung lainnya adalah bagian dari upaya kami membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat. Ini semua menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program MBG,” jelas Sekum PP Muhammadiyah itu.(*)
Penulis : Leonardo












