
kabarmuarateweh.id, MUARA TEWEH – Kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan di Kelurahan Jingah, Teweh Baru, Barito Utara (Barut), Kalteng, hingga Senin (15/7/2024) siang belum terungkap siapa pelakunya.
Sejumlah anggota Unit Inafis Satreskrim Polres Barut masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.
Hingga menjelang sore belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Barut terkait perkembangan penyelidikan terkait tewasnya seorang wanita paruh baya bernama Liana (40) itu.
Di lokasi terlihat sejumlah polisi masih melakukan olah TKP dan mengambil sejumlah barang bukti yang mengarah pada dugaan pelaku yang meninggalkan jejak.
Salah satu keluarga korban bernama Kapto Mutaji menduga pelaku menguasai lokasi sekitar rumah Liana.
Pasalnya korban yang merupakan ibu rumah tangga yang saat itu sedang sendiri dalam rumah.
Rumah korban juga di lokasi sepi yang banyak ditumbuhi pepohonan dan hanya bisa diakses dari 2 jalan.
Satu jalan berjarak kurang lebih 500 hingga 700 meter ke jalan nasional Muara Teweh- Banjarmasin. Kemudian lagi ada jalan setapak menghubungkan lokasi rumah korban ke arah Kelurahan Jambu atau Karengan.
“Kami dari pihak keluarga korban menduga pelaku lebih dari satu orang dan kemungkinan mereka lari ke arah Kelurahan Jambu. Ada jalan setapak yang tembus ke sana,” kata Kapto ditemui kabarmuarateweh.id di TKP, Senin siang.
Menurutnya, sejumlah barang berharga milik korban diduga turut raib, di antaranya tas berisi ATM, termasuk Hp dan buku rekening bank.
Kapto juga meyakini keluarganya itu dihabisi di luar rumah. Hal itu ditemukannya bukti ceceran bercak darah di depan pintu rumah korban.
Ia juga menuturkan jaring jala samping rumah sempat dirobek terduga pelaku. Begitu juga dengan pagar terbuat dari kain di belakang rumah ikut terlepas.
Sementara itu mertua korban bernama Ibay meminta polisi segera mengungkap kasus ini dan dapat menangkap pelaku.
“Dugaan saya pelaku bukan orang Jingah. Sebab di daerah ini sudah banyak pendatang yang tinggal di Kelurahan Jingah. Kami juga sempat melihat CCTV dari tetangga arah jalan masuk TKP, tapi tak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Kemungkinan pelaku kabur lewat jalan setapak ke arah Kelurahan Jambu,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, seorang wanita paruh baya bernama Liana (40) warga Kelurahan Jingah, Teweh Baru, Barito Utara (Barut), Kalteng, ditemukan berlumuran darah dengan kondisi mengenaskan di rumahnya, Minggu (14/7/2024) malam sekitar pukul 19.30 WIB.
Ibu rumah tangga itu diduga kuat menjadi korban perampokan, karena ada sejumlah barang miliknya hilang, yakni dompet dan juga handphone.
Selain itu kondisi kamar korban juga terlihat acak-acakan dan lemari pakaian dengan kondisi terbuka.
Sebelum ditemukan bersimbah darah, korban diketahui sendirian tinggal sendirian di rumahnya Jalan Muara Teweh – Banjarmasin, tepatnya di Jalan Simpang Trinsing.
Dengan kondisi masih bernafas, oleh keluarga dan warga korban sempat dilarikan ke rumah sakit
Namun nyawanya tak tertolong karena mengalami luka parah di bagian kepala belakang dan wajah diduga akibat hantaman benda tumpul.
Keluarga korban bernama Kapto Mutaji menuturkan, malam itu korban sendiri tinggal di rumah. Suaminya Agus dan sang anak ketika itu sedang membeli gorengan ke kampung Jingah.
“Suaminya sempat mampir ke rumah orang tua untuk cas HP. Ketika pulang kaget melihat darah depan rumah,” ujar Kapto kepada kabarmuarateweh.id, ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Senin (15/7/2024) pagi.
Dia mengatakan, saat ditemukan korban masih bernafas dan secepatnya dilarikan ke rumah sakit.
“Sempat dirawat tapi tak tertolong. Lukanya parah di belakang kepala dan wajah. Korban menghembuskan nafas terakhir 22.30 WIB,” ungkap Kapto.
Kapto menambahkan, dari gambaran di TKP kemungkinan korban dihabisi di luar rumah karena ditemukan ceceran darah.
“Kemungkinan ada perlawanan dan mungkin juga korban mengenali pelaku,” tandas Kapto.
Diketahui rumah yang ditempati korban bersama suami dan satu anaknya jauh dari pemukiman. Jarak rumah dari jalan perkiraan 500 sampai 700 meter.
Korban dam suami sehari-hari menyadap karet. Namun mereka juga memiliki sarang walet di rumah.
Saat ini TKP rumah korban sudah diberi garis polisi dilarang melintas oleh aparat keamanan dari Satreskrim Polres Barut.
Kapolres Barut AKBP Gede Eka Yudharma, melalui Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan membenarkan peristiwa nahas menimpa warga jingah diduga korban rampok.
“Iya korban pembunuhan, kemungkinan korban dirampok sebelumnya dibunuh, kami masih melakukan penyelidikan,” ujar AKP Ricky singkat.
Editor: Aprie













