
KABARMUARATEWEH.ID – Aphelion adalah sebuah fenomena astronomi di mana Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya. Fenomena ini terjadi sekitar sekali setahun, dan pada tahun 2024, aphelion terjadi pada tanggal 3 Juli.
Banyak anggapan yang beredar di media sosial bahwa aphelion adalah penyebab suhu dingin yang melanda Pulau Jawa akhir-akhir ini. Namun, anggapan ini tidak benar.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menjelaskan bahwa penyebab utama suhu dingin di Pulau Jawa adalah:
Musim kemarau: Saat musim kemarau, langit cerah dan minim awan, sehingga radiasi panas bumi mudah terlepas ke luar angkasa pada malam hari. Hal ini menyebabkan penurunan suhu yang signifikan pada pagi dan malam hari.
Angin muson Australia: Angin muson Australia yang kering dan dingin membawa massa udara dingin dari Australia ke Indonesia, sehingga memperkuat efek pendinginan.
Kondisi geografis: Daerah dataran tinggi dan pegunungan di Jawa cenderung lebih dingin karena tekanan udara dan kelembapan yang lebih rendah.
Penting untuk diingat bahwa aphelion hanya memiliki pengaruh kecil terhadap suhu Bumi. Jarak antara Bumi dan Matahari saat aphelion hanya berbeda sekitar 7% dibandingkan saat perihelion (titik terdekat). Perbedaan jarak ini tidak cukup signifikan untuk menyebabkan perubahan suhu yang drastis.












