
KABARMUARATEWEH.ID – Rasulullah SAW membiasakan diri mengonsumsi makanan seadanya dan tidak berlebihan. Putra Abdullah ini hanya makan pada saat lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Hal ini dilakukannya sebagai wujud rasa syukur, kesederhanaan, kecukupan, dan tidak berlebihan.
Nabi Muhammad menjadikan segelas air dicampur dengan madu sebagai menu sarapan. Hal tersebut sesuai dengan yang tercantum di dalam Alquran bahwa madu merupakan penyembuh. Tidak hanya madu, Nabi Muhammad juga menganjurkan untuk mengonsumsi kurma pada pagi hari saat sarapan. Manfaat adalah zat dalam kurma mampu menghilangkan racun dalam tubuh.
Air madu dan kurma dikonsumsi secukupnya. Tidak boleh berlebihan dan tidak kekurangan. Karena konsumsi keduanya dilakukan secara terukur.
Sesuia dengan firman Allah QS al-A’raf ayat ke-31 :
“Makan dan minumlah kamu dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”
Nabi Muhammad bersabda, “Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun, jika tidak ada pilihan lain, hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk napas.” (HR Ibnu Majah).
Editor : Rika Septiari













