Singapore Ailrines
Singapore Ailrines. (foto: X @SingaporeAir)

KABARMUARATEWEH.ID – Singapore Airlines (SIA) telah mengubah peraturan sabuk pengaman dan mengadopsi langkah-langkah keamanan yang lebih hati-hati setelah insiden turbulensi ekstrem yang menyebabkan kematian satu penumpang dan melukai puluhan lainnya.

Insiden tersebut terjadi pada penerbangan dari London ke Singapura yang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bangkok setelah turbulensi hebat mengguncang pesawat. Seorang pria Inggris berusia 73 tahun meninggal karena serangan jantung terkait insiden tersebut.

Setelah kejadian ini, SIA mengumumkan beberapa perubahan kebijakan penting untuk meningkatkan keselamatan penumpang dan awak kabin. Mereka menyatakan bahwa layanan makanan tidak akan disediakan saat tanda sabuk pengaman menyala.

Selain itu, awak kabin akan memastikan semua barang dan perlengkapan diamankan selama kondisi cuaca buruk, dan terus mengimbau penumpang untuk tetap duduk dan mengencangkan sabuk pengaman mereka.

Perubahan ini mencerminkan kesadaran dan kesiapsiagaan SIA terhadap bahaya turbulensi. Juru bicara SIA menekankan bahwa pilot dan awak kabin dilatih untuk menangani situasi turbulensi dan memastikan keselamatan kabin selama penerbangan.

Rekomendasi Berita  Pemerintah Barito Utara Gelar Ramah Tamah Bersama Wakil Gubernur Kalimantan Tengah

SIA juga menyatakan akan terus meninjau dan memperbarui prosedur mereka untuk menjaga keselamatan penumpang dan awak.

Selain itu, SIA memutuskan untuk menghindari rute penerbangan di atas wilayah Myanmar, di mana turbulensi terjadi, dan akan menggunakan rute alternatif di atas Teluk Benggala untuk perjalanan antara London dan Singapura.

Dalam insiden tersebut, banyak penumpang mengalami cedera parah akibat turbulensi yang menyebabkan mereka terbanting ke langit-langit pesawat dan barang-barang pribadi terlempar ke sekitar kabin.

Sebanyak 46 penumpang dan dua awak dirawat di rumah sakit di Bangkok, dengan lebih dari 20 di antaranya membutuhkan perawatan intensif untuk cedera serius pada tulang belakang, otak, dan tengkorak.