
KABARMUARATEWEH.ID Para pejabat Amerika Serikat menyebutkan serangan yang menghantam pos militer, yang dikenal sebagai Tower 22, mereka kaitkan dengan militan yang didukung oleh Iran. 3 anggota militer Amerika Serikat (AS) tewas dan 34 lainnya luka-luka setelah diserang oleh pesawat tak berawak di Yordania pada Minggu (28/1/2024) waktu setempat.
Tower 22 memiliki titik lokasi penting yang strategis di Yordania. Ini terletak di paling timur laut tempat perbatasan negara bertemu Suriah dan Irak. Tower 22 terletak cukup dekat dengan pasukan AS di Tanf sehingga berpotensi untuk memberikan dukungan mereka, sekaligus berpotensi melawan militan yang didukung Iran di wilayah tersebut dan memungkinkan pasukan mengawasi sisa-sisa ISIS di wilayah tersebut.
Sedikit yang tahu tentang pangkalan tersebut. Namun itu termasuk dukungan logistik dan terdapat 350 tentara Angkatan Darat dan Angkatan Udara AS di pangkalan itu. Tower 22 bisa dibilang ‘penuh misteri’. Pasalnya tidak jelas jenis senjata apa yang disimpan di pangkalan tersebut, pertahanan udara yang digunakan, dan lainnya.
Tower 22 berada dekat dengan garnisun Al Tanf, yang terletak di seberang perbatasan Suriah, dan menampung sejumlah kecil tentara AS. Tanf berperan sangat penting dalam perang melawan ISIS dan mengambil peran sebagai bagian dari strategi AS untuk membendung pembangunan militer Iran di Suriah timur.
Tentara Yordania merupakan salah satu penerima terbesar pendanaan militer luar negeri Washington. Kerajaan ini memiliki ratusan pelatih Amerika dan salah satu dari sedikit sekutu regional yang mengadakan latihan ekstensif dengan pasukan Amerika sepanjang tahunnya.
Sejak dimulainya konflik Suriah pada tahun 2011, Washington telah menghabiskan ratusan juta dolar untuk membantu Amman membentuk sistem pengawasan rumit yang dikenal sebagai Program Keamanan Perbatasan agar bisa membendung infiltrasi militan dari Suriah dan Irak.













