Imbauan tersebut disampaikan karena genangan air yang kerap terbentuk saat musim hujan menjadi lingkungan yang sangat mendukung bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, yang dikenal sebagai vektor pembawa virus dengue penyebab DBD.
“Memasuki musim penghujan, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan dini terhadap penyakit DBD. Lingkungan yang bersih adalah kunci utamanya,” kata legislator Wardatun Nur Jamilah, Senin 15 Desember 2025.
Dia berkata pentingnya partisipasi aktif masyarakat melalui gerakan 3M Plus untuk memutus siklus hidup nyamuk.
Adapun gerakan 3M Plus tersebut meliputi, menguras, membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi, ember, dan vas bunga.
Selanjutnya menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Sedangkan ‘plus’ dapat berupa kegiatan seperti menaburkan bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik, serta menanam tanaman pengusir nyamuk.
Wardatun juga meminta peran serta kader kesehatan dan pihak puskesmas untuk menggalakkan kembali program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di setiap wilayah.
“Dengan kerja sama dan kesadaran semua pihak, kami yakin kita dapat mencegah peningkatan kasus DBD di Kabupaten Barito pada musim hujan ini,” tandasnya.(*)
Penulis : Yehezkiel
Editor : Apri