
kabarmuarateweh.id, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran 2025 berjalan dengan baik serta mendapat dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Barito Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati H. Shalahuddin didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan dan Sekretaris Daerah Drs. Muhlis usai menghadiri Rapat Paripurna III Masa Sidang III DPRD Kabupaten Barito Utara yang digelar di Gedung DPRD Barito Utara, Muara Teweh, pada Senin, 20 Juli 2026.
Rapat paripurna tersebut beragendakan penyampaian jawaban Pemerintah Kabupaten Barito Utara atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran 2025.
Bupati mengatakan, pemerintah daerah saat ini fokus menyelesaikan proses pertanggungjawaban APBD 2025 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, pembahasannya berjalan baik. Hal-hal yang menjadi perhatian sifatnya masih biasa dan dapat diselesaikan. Masih ada Silpa, namun tidak terlalu menjadi persoalan. Kita juga mempercepat jadwal agar sesuai dengan ketentuan dan arahan pemerintah pusat,” ujar Shalahuddin.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan DPRD selama proses pembahasan.
“Kolaborasi dengan DPRD sangat baik. Mereka mendukung karena apa yang kita bangun semuanya untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Menanggapi anggapan di media sosial bahwa pembangunan hanya berfokus di wilayah perkotaan, Bupati menegaskan hal tersebut tidak benar. Menurutnya, alokasi anggaran pembangunan justru banyak diarahkan ke wilayah pedesaan.
“Kalau melihat fakta di lapangan, anggaran pembangunan banyak di desa. Contohnya pembangunan jembatan dan infrastruktur lainnya. Mungkin yang berkomentar di media sosial tidak pernah melihat langsung kondisi di desa,” ujarnya.
Shalahuddin menambahkan, Pemkab Barito Utara juga telah menyiapkan tiga unit alat berat untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan maupun infrastruktur lainnya.
“Kalau ada permasalahan jalan, langsung kita kerjakan. Seperti saat Safari Jumat kemarin, ada usulan terkait jalan usaha tani dan langsung kita tindak lanjuti. Jadi pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.(*)
Penulis : Leonardo













