Ilustrasi - Keutamaan salat qobliyah subuh. Foto: Istimewa via Inews.id

kabarmuarateweh.id, JAKARTA – Selain salat fardu ada beberapa macam salat sunnah yang juga memiliki pahala dan keutamaan.

Karenanya salat-salat sunnah tersebut dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam. Di antara salat sunnah yang dianjurkan, bahkan tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad Sallahi Alaihi Wassalam adalah salat sunnah fajar atau salat qobliyah subuh.

Sebelum melaksanakan salat subuh, ada momen istimewa yang bisa dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa jalla. Salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan adalah salat qobliyah subuh.

Salat sunnah dua rakaat sebelum subuh ini memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan disebutkan Rasulullah Sallahi Alaihi Wassalam dalam sebuah hadits shahih. 

Berikut keutamaan salat qobliyah subuh dan waktu pelaksanaannya.

Keutamaan Salat Qobliyah Subuh

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam an-Nawawi menyebutkan sebuah hadits mengenai keutamaan salat qobliyah subuh. Dari Aisyah, Rasulullah Sallahi Alaihi Wassalam bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا رَوَاهُ مُسْلِمٌ. وَفِي رِوَايَةٍ: لهما أَحَبُّ إلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعً

Rekomendasi Berita  Dihadiri Lebih dari 4,1 Juta Jemaah, Haul Ke-20 Guru Sekumpul Berjalan Khidmat

Artinya: “Dua rakaat sebelum salat Subuh itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim) Dalam riwayat lain dikatakan, “Dua rakaat sebelum Subuh itu lebih aku sukai daripada dunia dengan segala isinya.” (HR. Muslim).

Rasulullah Sallahi Alaihi Wassalam sangat menjaga salat qobliyah subuh ini. Hal tersebut juga dipaparkan oleh Aisyah RA:

لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْر

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melakukan satu pun salat sunnah yang dilakukan secara terus-menerus melebihi dua rakaat (salat fajar) Subuh.” (HR. Bukhari).

Menurut buku Panduan Dzikir Harian oleh Baharuddin, seperti dilansir Detikcom, terdapat petunjuk dan contoh Nabi dalam melakukan dua rakaat salat sunnah qobliyah subuh yaitu dengan meringankannya dan tidak memanjangkan bacaan. Namun tetap tidak melanggar rukun yang wajib dalam salat.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ حَفْصَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ الْأَذَانِ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلَاةُ

Rekomendasi Berita  Legislator Mura Olivia Wiswanti: Tingkatkan Pelayanan Pemerintahan Desa!

Artinya: Dari Ibnu Umar, beliau berkata, bahwasanya Hafshah Ummul Mukminin telah menceritakan kepadanya bahwa dahulu bila muadzin selesai mengumandangkan azan untuk sholat subuh dan telah masuk waktu subuh, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan salat sunnah dua rakaat dengan ringan sebelum melaksanakan shalat subuh. (HR. Bukhari).

Waktu Pelaksanaan Salat Qobliyah Subuh

Pelaksanaan salat rawatib qobliyah (sunnah qobliyah) sendiri dikerjakan dari mulai waktu masuknya salat fardu. 

Menukil buku Reuni Ahli Surga oleh Ahmad Abi Al-Musabbih, Ibnu Qudamah dalam kitabnya, Al-Mughni mengatakan:

“Setiap sunah rawatib qobliyah, maka waktunya dimulai dari masuknya waktu salat fardu hingga salat fardu dikerjakan, dan salat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya salat fardu hingga berakhirnya waktu salat fardu tersebut.”

Sehingga, salat qobliyah subuh bisa dikerjakan setelah masuk waktu salat subuh sampai salat subuh dikerjakan. 

Dalam Kitab Shalatul Mu’min, Rasulullah melaksanakan sholat qobliyah subuh setelah adzan subuh, sebelum iqamah atau antara adzan dan iqamah. Aisyah RA berkata:

Rekomendasi Berita  Lancarkan Rezeki, Berikut Keutamaan Doa Setelah Salat Subuh

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالْإِقَامَةِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ

Artinya: Dahulu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam salat dua rakaat ringan antara adzan dan iqamat sholat subuh (HR. Bukhari).

Itulah keutamaan salat qobliyah subuh, niat, serta waktu pelaksanaannya. Semoga kita dapat menjadi hamba yang senantiasa mengamalkan salat sunnah ini seperti Rasulullah Sallahi Alaihi Wassalam.

Editor: Aprie