
KABARMUARATEWEH.ID Dalam upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan, hutan di babat melalui program Food Estate, namun, dampak yang muncul sangat merugikan.
Deforestasi massif terjadi, menyebabkan kehilangan ruang hidup bagi masyarakat setempat. Selain itu, bibit lokal sulit dijumpai, dan sumber pangan pun lenyap dari tanah yang terkena dampak.
Food Estate, sebagai proyek strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Jokowi, diimplementasikan oleh Kementerian Pertahanan, dengan PT Agrinas sebagai pelaksananya.
Dalam laporan Greenpeace Indonesia, terungkap bahwa mayoritas saham PT Agrinas dimiliki oleh sebuah yayasan yang terafiliasi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Greenpeace Indonesia telah menyerukan kepada pemimpin dunia, khususnya pada forum COP27 dan nanti pada forum G20, untuk mengatasi krisis iklim dengan mengambil langkah konkret. Salah satunya adalah menghentikan deforestasi dan menyelamatkan hutan yang tersisa di Indonesia.
Seruan ini menyoroti urgensi perlindungan lingkungan dan keberlanjutan sebagai bagian dari solusi global terhadap perubahan iklim.












