
kabarmuarateweh.id – “Transportasi massal, transportasi umum, tidak diukur dari laba, tetapi dari keuntungan sosial,” ujar Presiden Joko Widodo.
Di tengah laju urbanisasi yang semakin pesat, transportasi umum berperan penting sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat. Kota-kota besar di Indonesia kini menghadapi tantangan serius seperti kemacetan, polusi udara, dan keterbatasan ruang. Dalam konteks ini, peningkatan layanan dan infrastruktur transportasi umum menjadi solusi efektif untuk mengatasi berbagai persoalan perkotaan tersebut.
Data Kementerian Perhubungan mencatat adanya peningkatan pengguna transportasi umum sebesar 15% dalam lima tahun terakhir. Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi publik. Pemerintah pun terus memprioritaskan investasi pada pembangunan infrastruktur, termasuk MRT dan LRT, guna memperkuat jaringan transportasi perkotaan yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Jokowi menekankan bahwa fokus utama transportasi umum adalah keuntungan sosial, bukan laba finansial. Ini mencerminkan pendekatan pemerintah yang mengutamakan kesejahteraan rakyat. Namun, keberlanjutan program ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat.
Keberhasilan transportasi umum di Indonesia tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi dari peningkatan kualitas hidup masyarakat. Akankah kita bersama dapat mendukung visi ini untuk masa depan yang lebih baik? Imbauan untuk masyarakat adalah terus mendukung dan memanfaatkan transportasi umum demi keberlanjutan lingkungan dan sosial.(*)
Penulis : Leonardo













