
kabarmuarateweh.id – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Senin, 16 Februari 2026.
Dalam kunjungannya, Muzani memastikan bahwa kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
“Kedatangan kami untuk memberikan dukungan dan semangat kepada masyarakat yang terdampak. Berbagai masukan dan kondisi riil di lapangan ini akan kami sampaikan sebagai bahan dalam merumuskan langkah dan kebijakan selanjutnya,” ujar Muzani usai melakukan peninjauan di lokasi.
“Saya sendiri akan melaporkan kepada Presiden tentang kunjungan ini, supaya Presiden memerintahkan para pembantunya untuk bertindak cepat lagi memberikan bantuan,” lanjut dia.
Muzani menyebut saat ini, lokasi terdampak bencana sudah tak cocok untuk dihuni. Sebab itu, Ia menenkankan pembangunan hunian sementara (huntara) dan relokasi permanen menjadi prioritas.
Muzani mengatakan pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan 12 hektar untuk hunian sementara. Namun hanya 4,8 hektar yang dianggap aman untuk digunakan.
“Dari 12 hektareyang disodorkan oleh pemerintah daerah menggunakan tanah pokok desa, yang direkomendasi untuk dan dianggap layak untuk digunakan Huntara itu 4,8 hektare, selebihnya tidak direkomendasi,” tutur Muzani.
“Nanti sisanya akan dicari tempat lain dan sekarang sedang dalam pengujian. Nanti kalau dianggap layak, itu akan dijadikan juga tempat untuk Huntara,” sambungnya.
Sebelumnya, tanah bergerak mulai terjadi di lokasi itu pada Senin (2/2). Fenomena tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir.
Satgas Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M Wisnu Imam, menjelaskan ada 104 rumah rusak akibat bencana ini.
Adapun jumlah keluarga yang terdampak sebanyak 150 kepala keluarga atau 470 jiwa. Permukiman di Desa Padasari yang terdampak berada di RW 02, RT 6, 7, 8, 9 RW 03; RT 12, 13, 14, dan 15 RW 04; RT 10, 11, 16, 17, dan 18; Dukuh Tigasari RW 02 RT 03 dan 04; serta Dukuh Padareka RW 01 RT 1, 2, dan 3.
“Jumlah sementara ada 104 rumah yang rusak. Kejadian mulai Minggu dan tanah terus gerak hari Senin sudah parah,” ujar M Wisnu Imam.(*)
Penulis : Leonardo












