Ilustrasi kartu BPJS.

kabarmuarateweh.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menyampaikan harapannya agar Direktur Utama BPJS Kesehatan yang baru, Prihati Pujowaskito, berani melakukan pembenahan secara menyeluruh dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurutnya, lembaga sebesar BPJS Kesehatan memerlukan kepemimpinan yang tegas, visioner, serta berorientasi kuat pada kepentingan masyarakat. Ia menilai tantangan yang dihadapi institusi tersebut semakin kompleks, sehingga dibutuhkan langkah-langkah strategis dan terukur.

Arzeti juga menyampaikan optimisme bahwa Prihati mampu mengemban amanah tersebut. Namun demikian, ia menekankan pentingnya perbaikan konkret, khususnya pada aspek kualitas pelayanan kepada peserta, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan, serta penguatan dan integrasi sistem digital guna meningkatkan efisiensi dan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.

Menurutnya, persoalan antrean panjang, keterlambatan klaim rumah sakit, hingga kendala akses layanan di daerah terpencil harus menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinan baru.

Ia juga menegaskan Komisi IX DPR RI akan terus memberikan dukungan sekaligus menjalankan fungsi pengawasan agar BPJS Kesehatan semakin profesional dan responsif.

Rekomendasi Berita  Gubernur Kalteng Bertanggung Jawab Biaya Iuran BPJS bagi Ratusan Ribu Warga Kurang Mampu

Selain itu, sinergi dengan fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta perlu diperkuat guna meningkatkan pemerataan layanan.

Prihati Pujowaskito ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026–2031 menggantikan Ali Ghufron Mukti.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas serta Direksi BPJS Kesehatan dengan masa jabatan lima tahun.(*)
Penulis : Leonardo