Ilustrasi - Syirik dan bahayanya bagi umat Islam. Foto: iStock via Detikcom

kabarmuarateweh.id, BANJARMASIN – Syirik bukanlah hanya diartikan atau dianalogikan dengan seseorang menyembah berhala atau mengakui ada pencipta selain Allah Ta’ala saja. 

Namun kesyirikan sebenarnya lebih luas daripada itu. Dalam masalah ibadah, jika ada satu ibadah dipalingkan kepada selain Allah, itupun sudah termasuk syirik.

Meskipun ibadah itu ditujukan kepada malaikat, orang sholeh, seorang nabi, wali, jin atau pada batu berhala, kesemuanya sama-sama syirik. 

Sehingga jika ada yang menyembelih dengan melakukan tumbal pada jin penjaga jembatan, maka ini pun termasuk kesyirikan karena nusuk (penyembelihan) adalah suatu ibadah. 

Begitu juga bergantungnya hati atau tawakal adalah ibadah, sehingga jika seseorang menggantungkan hati pada jimat, penglaris, rajah, wafaq, susuk dan pelet dengan tujuan untuk kesaktian, membuat laris dagangan, atau menarik cinta, ini pun termasuk kesyirikan. 

Namanya ibadah hanya boleh ditujukan pada Allah semata. Inilah makna syirik yang patut kita pahami dengan baik.

Diketahui nasib ruh manusia yang berbuat syirik. Ruh manusia yang melakukan kesyirikan akan sangat mengenaskan di akhirat kelak.

Rekomendasi Berita  Jemaah Haji Nafar Awal Kembali ke Mekah, Petugas Siapkan Bus

Syirik terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah puncak bentuk kebatilan. Menyekutukan Allah Ta’ala akan menimbulkan akibat yang luar biasa.

Melansir Okezone, dai muda Ustaz Sofyan Chalid bin Idham Ruray Lc menjelaskan bahaya syirik. Ia mengutip perkataan ulama besar Arab Saudi Asy-Syaikh Profesor Dr Shalih Al Fauzan hafizhahullah:

“Bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan banyak perumpamaan dalam Alquran yang dengannya menjadi jelas batilnya kesyirikan. Di antaranya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: 

‘Dan barang siapa yang menyekutukan Allah, maka seakan ia jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, atau terlempar dibawa angin ke tempat yang jauh.’ (Quran Surat Al Hajj Ayat 31)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan tauhid dalam ketinggiannya, keluasannya, dan kemuliaannya seperti langit.

Dan Allah menyerupakan orang yang meninggalkan tauhid seperti orang yang jatuh dari langit ke bumi yang paling bawah, karena ia jatuh dari ketinggian iman kepada rendahnya kekafiran.

Dan Allah menyerupakan setan yang menguasainya seperti burung yang merobek-robek tubuhnya.

Rekomendasi Berita  Simak Trik Supaya HP Android Kamu Tidak Lemot Lagi

Dan Allah menyerupakan hawa nafsunya yang menjauhkannya dari kebenaran seperti angin yang menerbangkannya ke tempat yang jauh.

Ini hanyalah satu contoh dari banyaknya perumpamaan yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Alquran tentang batilnya kesyirikan, dan kerugian orang musyrik di dunia dan akhirat.” (Lihat kitab Al-Irsyad ilaa Shahihil I’tiqod war Roddu ‘ala Ahlisy Syirki wal Ilhad, halaman 42)

Makna ayat yang mulia dari Alquran Surat Al Hajj Ayat 21 tersebut juga bermakna orang musyrik itu benar-benar dilempar dari langit ke bumi.

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Para malaikat yang keras lagi kasar membawa ruh orang musyrik untuk naik ke langit. Tidaklah mereka berjumpa dengan sekumpulan malaikat kecuali para malaikat itu bertanya: Siapa ruh yang buruk ini?

Mereka menjawab: Dia adalah fulan bin fulan. Mereka menyebutkan nama terjelek yang pernah dipanggilkan kepadanya di dunia.

Akhirnya ia sampai ke langit pertama, lalu dimintakan izin untuknya agar dibukakan pintu langit, tetapi tidak diizinkan. Kemudian Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam membaca firman Allah Ta’ala:

Rekomendasi Berita  Lagi! Tak Penuhi Kuorum, 2 Rapat Paripurna DPRD Barut Kembali Gagal Digelar

“Tidak akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga, hingga unta bisa masuk ke lubang jarum.” (QS Al A’raf: 40)

Maka Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Tulislah catatan amalan hamba-Ku tersebut di Sijjin, di bumi yang paling bawah.

Maka ruhnya dilempar dari langit ke bumi dengan satu lemparan. Kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah Ta’ala:

“Dan barang siapa yang menyekutukan Allah, maka seakan ia jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, atau terlempar dibawa angin ke tempat yang jauh.” (QS Al Hajj: 31)

Ruhnya pun kembali ke jasadnya di kuburnya, lalu datanglah Malaikat Munkar dan Nakir untuk menanyainya …” (HR Ahmad dari Al-Barro bin ‘Azib radhiyallaahu’anhu, Shahihul Jaami’: 1676)

Wallahu a’lam bisshawab.

Editor: Aprie