Imbauan kepolisian untuk hentikan konsumsi buah kecubung. Foto: Polda Kalsel

kabarmuarateweh.id, BANJARMASIN – Meski tergolong buah-buahan, kecubung memiliki dampak negatif yang serius bagi tubuh.

Bahkan, beberapa orang menyalahgunakan buah ini sebagai zat adiktif. Sebab, buah kecubung dapat menginduksi halusinasi dan euforia.

Buah kecubung memiliki efek anestesi, karena dapat menghilangkan kesadaran seseorang. Buah ini juga mengandung zat yang dapat menyebabkan halusinasi dan memberi efek relaksasi, yaitu metil kristalin.

Selain itu, buah ini juga mengandung senyawa alkaloid, seperti atropin, hiosiamin, skopolamin yang bersifat antikolinergik. Karena berbagai kandungan tersebut, beberapa orang menggunakan buah ini sebagai obat rekreasi yang menginduksi halusinasi dan euforia.

Sehingga, sejak dulu tanaman ini disalahgunakan mereka yang ingin ‘nge-fly’.

Tanpa disadari, ternyata kecubung sendiri jika dikonsumsi dalam dosis yang cukup besar, dapat menyebabkan hal-hal buruk. Baik bagi si pengonsumsi maupun orang lain.

Penjelasan Ahli Efek Mabuk Kecubung

Melansir detikhealth detikcom, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania menjelaskan halusinasi yang dialami mereka yang mabuk kecubung tak jarang dapat menimbulkan kematian.

Rekomendasi Berita  Kebiasan Buruk Saat Bangun Tidur yang Wajib Anda Hindari

“Halusinasi ini memang sering menyebabkan kematian. Ketika halusinasi maka dia bisa [menganggap] itu kejadian nyata. Dia bisa saja nyebur ke sungai terus meninggal,” ujar dr Inggrid, dilansir kabarmuarateweh.id dari detikhealth, Sabtu (13/7/2024).

“Kemudian ada juga setelah diberikan kecubung dia tiba-tiba bunuh diri menggantung diri, ini kejadian nyata,” sambungnya.

“Kalau dia udah halusinasi, dia bisa melakukan apa saja. Bahkan sampai membunuh orang lain juga bisa,” tegasnya.

Selain melukai diri sendiri, lanjut dr Inggrid, bisa saja mereka yang menyalahgunakan kecubung bersikap membahayakan orang lain.

Banyak alasan kenapa orang-orang memilih untuk mengonsumsi kecubung. dr Inggrid mengatakan biasanya kecubung dikonsumsi oleh mereka sekadar untuk kegiatan rekreasional atau senang-senang.

“Kalau ada penyalahgunaan konsumsi kecubung itu untuk rekreasional, jadi euforia. Dia gairah seksual meningkat luar biasa, kepercayaan diri meningkat,” ujarnya menambahkan

Membutuhkan Pertolongan Medis

dr Inggrid menambahkan mabuk buah kecubung dengan dosis yang berlebihan bisa saja menimbulkan kondisi gawat darurat yang membutuhkan pertolongan medis.

“Ketika ada penyalahgunaan ya dia harus ditolong. Ditolongnya ke mana? Ke fasilitas kesehatan. Kalau ada tanda-tanda gawat darurat, misalnya orangnya sudah halusinasi harus dibawa ke rumah sakit,” kata dr Inggrid.

Rekomendasi Berita  Produser Film How to Make Millions Before Grandma Dies Terharu Saat Filmnya Tembus 1,3 Juta Penonton di Indonesia

“Tapi kalau tanda-tandanya seperti keracunan, biasanya pupil matanya melebar, denyut jantungnya cepat. Sudah jelas butuh pertolongan segera ke Unit Gawat Darurat rumah sakit,” pungkasnya.

47 Dirawat di RSJ, 2 di Antaranya Meninggal Dunia

Diwartakan sebelumnya, Jumlah pasien diduga gegara mabuk tanaman kecubung (datura metel) yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Kalsel, terus bertambah setiap harinya.

Berdasarkan data RSJ Sambang Lihum Banjar saat ini tercatat ada 47 pasien yang dirawat, dua di antaranya bahkan meninggal dunia.

Rata-rata pasien yang dirawat adalah remaja, mereka mengalami halusinasi dengan kondisi yang sangat lemah.

Bahkan pasien yang meninggal dunia sebanyak dua orang diduga mereka sebelumnya mengkonsumsi buah kecubung

Melansir Okezone.com, Plt Dirut RSJ Sambang Lihum Banjar, Yuddy Riswandhy mengatakan, pasien yang dirawat berasal dari berbagai daerah seperti Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, Kapuas dan Banjarmasin.

“Efek dari konsumsi kecubung termasuk halusinasi berlebihan, terutama jika dosisnya tidak terkontrol,” ujar Yuddy, Kamis (11/7/2024).

Rekomendasi Berita  Cara Ampuh Hilangkan Bekas Luka Agar Tampil Percaya Diri

Menurutnya, penanganan terhadap pasien kecanduan kecubung bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya.

Hingga saat ini, pihak RSJ Sambang Lihum masih terus berupaya untuk membantu merawat para pasien yang setiap harinya terus bertambah jumlahnya.

Editor: Aprie