
kabarmuarateweh.id – Seorang perempuan diduga melakukan pencurian uang takziah dengan menyamar sebagai pelayat di sebuah rumah duka di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Peristiwa tersebut dialami keluarga Nyai Hasanah (45) pada Senin, 2 Maret, sekitar pukul 12.30 WIB. Hasanah menjelaskan, pelaku datang dengan mengaku hendak melayat dan seolah-olah mengenal pihak keluarga.
Namun setelah berada cukup lama di lokasi, uang takziah yang sebelumnya terkumpul dilaporkan hilang tanpa tersisa.
Ia menuturkan, perempuan tersebut sudah berada di rumah duka sejak pagi hari, saat suasana masih sepi dan belum banyak pelayat yang datang.
Mertua Hasanah meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB, sementara terduga pelaku tiba sekitar pukul 08.00 WIB dan tetap berada di rumah duka hingga menjelang waktu pemakaman.
Selama di lokasi, pelaku terlihat lebih banyak duduk sambil mengamati keadaan sekitar. Kepada keluarga, ia mengaku sebagai teman kakak ipar korban dan menyebut dirinya sebagai rekan seperjuangan saat mengurus bantuan sosial seperti sembako dan KJP, sehingga keluarga tidak menaruh kecurigaan. Aksi pencurian diduga dilakukan saat pelaku berpamitan untuk menumpang ke toilet.
Kehilangan uang baru disadari sekitar pukul 12.30 WIB. Warga sempat berupaya mengejar, tetapi perempuan tersebut sudah lebih dulu melarikan diri. Kejadian itu kemudian ramai diperbincangkan setelah diunggah di akun Instagram @info_cipayung.
Dalam rekaman kamera pengawas terlihat pelaku bergegas keluar usai mengambil uang takziah di rumah duka yang berlokasi di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Terduga pelaku juga disebut-sebut pernah menjalankan modus serupa di Jalan Damai, Lubang Buaya pada 22 Desember 2025 serta di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada 4 Februari 2026.
Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, Fadoli, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut. Ia membenarkan bahwa pelaku diduga berpura-pura mengenal keluarga almarhum agar dapat berbaur dengan pelayat lain.
Menurutnya, perempuan itu memanfaatkan situasi rumah duka yang ramai dan lengah, kemudian mengambil uang takziah yang telah dikumpulkan dan memasukkannya ke dalam tas sebelum melarikan diri.
Petugas kepolisian telah mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan awal. Selain meminta keterangan dari keluarga korban dan sejumlah saksi, aparat juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengidentifikasi pelaku.
Hingga kini, polisi masih memburu terduga pelaku serta mendalami identitasnya. Fadoli turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada, termasuk saat berada di rumah duka, dengan memastikan pengelolaan uang takziah dilakukan oleh pihak yang dipercaya dan diawasi secara bergantian guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(*)
Penulis : Leonardo












