Ilustrasi ISPA
Ilustrasi ISPA. (foto: freepik)

KABARMUARATEWEH.ID – Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PP Perdokhi) menyoroti pentingnya kesadaran jamaah haji akan risiko penularan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) selain meningitis dan dehidrasi. Ketua Umum PP Perdokhi, Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp.K.F.R, MARS, AIFO-K, menekankan bahwa ISPA dan pneumonia masih menjadi masalah kesehatan utama yang dihadapi jamaah haji Indonesia.

Menurutnya, risiko ISPA dan pneumonia terjadi terutama pada jamaah dengan usia senior dan memiliki penyakit komorbid. Selama penyelenggaraan haji di Arab Saudi pada tahun 2023, ISPA dan pneumonia menjadi penyakit yang paling sering ditemui. Studi menunjukkan bahwa sekitar 60 persen jamaah yang berkonsultasi di Klinik Primer Mina memiliki keluhan ISPA.

Syarief mengingatkan bahwa penanganan ISPA menjadi lebih sulit ketika gejala diabaikan dan tindakan preventif tidak dilakukan. Akibatnya, ISPA dapat berkembang menjadi pneumonia, yang memerlukan perawatan medis lebih intensif.

Dari studi yang dilakukan, sekitar 56 persen kasus ISPA pada jamaah haji disebabkan oleh virus influenza. Oleh karena itu, Syarief menyarankan agar jamaah melakukan vaksinasi influenza sebelum berangkat untuk memberikan perlindungan tambahan selama ibadah di Tanah Suci.

Rekomendasi Berita  Pesawat Smart Aviation Ditemukan di Binuang Nunukan Kalimantan Utara, Pilot Selamat

Ridwan Ong, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, juga menekankan pentingnya vaksinasi menjelang ibadah umrah. Menurutnya, meningkatkan kesadaran akan manfaat vaksinasi dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Dengan jumlah jamaah umrah yang terus meningkat, upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi menjadi semakin penting untuk menjaga kesehatan para jamaah dan masyarakat secara keseluruhan.