Ketiga Calon Presiden Indonesia ( Instagram : @shireensungkar )

KABARMUARATEWEH.ID – Peneliti Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati melakukan penilaian, debat capres terakhir ini berlangsung dirasa kurang gereget. Demikan dimaksud, masing-masing capres kelihatan cenderung main aman atau lebih sangat berhati-hati hingga akhirnya hasil debat menjadi antiklimaks.

Debat kelima capres Pilpres 2024 sekaligus menjadi debat ketiga yang mempertemukan para capres. KPU menyelenggarakan debat tersebut mengusung tema meliputi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, serta kesejahteraan sosial dan inklusi.

“Mereka cenderung main aman dan tak mengeluarkan statement yang berlebihan. Ini supaya tidak menjadi bola salju di ruang publik,” kata Wasisto Senin (5/2/2024).

Wasisto lalu menyayangkan para capres tidak membahas tentang bagaimana nasib periset di Tanah Air. Debat tersebut lebih banyak membahas kesejahteraan guru dan dosen.

“Padahal di luar itu ada akademisi yang perlu diperhatikan. Seperti, periset, perekayasa dana analisis ilmiah, sayangnya tidak disebut dalam debat semalam dan fokus guru dan dosen,” katanya.

Walaupun demikian, Wasisto menaruh harapan, agar pasangan capres-cawapres mengimprovisasi berbagai macam program dalam visi misinya. Apalagi, mereka mempunyai bekal program unggulan yang dijanjikan kepada para pemilih.

Rekomendasi Berita  BREAKING NEWS: Kapal Tug Boat Penarik Tongkang Milik PT Pada Idi Meledak

Menurutnya, penyampaian program-program unggulan tersebut berguna sebagai landasan atau pondasi masyarakat untuk menentukan pilihan pada 14 Februari 2024 nanti. “Saya pikir itu harus diunggulkan oleh pasangan calon untuk dapat menarik massa,” tuturnya.

Editor : Rika Septiari