
kabarmuarateweh.id, MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Parmana Setiawan, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-53 Tingkat Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 yang resmi ditutup pada Selasa malam, 28 Juli 2026, di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara.
Legislator dari Fraksi PKB tersebut menilai MTQH merupakan agenda keagamaan yang memiliki peran strategis dalam membina dan mencetak generasi Qur’ani yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an dan Hadis.
Meskipun tidak dapat menghadiri secara langsung acara penutupan, H. Parmana Setiawan tetap menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara, panitia penyelenggara, dewan hakim, para peserta, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQH ke-53.
Menurutnya, MTQH tidak hanya menjadi ajang perlombaan untuk mengukur kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an maupun Hadis, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar Islam, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan ajaran Al-Qur’an dan Hadis. Ia berharap semangat yang tumbuh melalui MTQH dapat terus dipelihara dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan masyarakat Barito Utara yang religius, berakhlak, dan harmonis.
Ia menilai antusiasme 320 peserta dari 9 kecamatan membuktikan tingginya minat masyarakat terhadap pendalaman nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis.
“Penyelenggaraan MTQH bukan sekadar ajang kompetisi keagamaan, tetapi memiliki peran penting dalam membina karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits,” ujar Parmana dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Parmana menekankan pembinaan kepada para kafilah harus dilakukan secara berkesinambungan sepanjang tahun, tidak hanya saat menjelang perlombaan.
Ia mengingatkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang dan pola pembinaan yang berkelanjutan .
“Jangan cepat puas dengan capaian saat ini. Ini harus menjadi dasar pemikiran yang serius agar tidak terlena, sebab mempertahankan lebih sulit daripada memperjuangkan,” tegasnya .
Ia menambahkan, MTQH bukan hanya tentang meraih piala, tetapi bagian dari penguatan akhlak dan syiar Islam yang wajib dijaga bersama.
“Kemenangan sejati bukan hanya tentang meraih juara, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(*)
Penulis : Leonardo
Editor : Aprie













