
kabarmuarateweh.id, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran bakal merealisasikan pembangunan Jembatan Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Hal itu sesuai target realisasi Gubernur Sugianto Sabran akan terus memperhatikan pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalteng, jelang akhir masa jabatannya.
Sebagai upaya untuk terus mewujudkan Kalteng yang semakin Berkah (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis) lagi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, H Shalahuddin, mengatakan rencana pembangunan Jembatan Mentaya yang akan menghubungkan kota Sampit dan Mentaya Seberang, dengan panjang diperkirakan 900 meter lebih.
Untuk kegiatan detailnya sudah dilakukan oleh Kabupaten Kotim. Menurut Shalahuddin, pada saat ini Perintah Provinsi Kalteng ikut membantu dengan segera mereview ulang desain yang ada. Selain itu melakukan komunikasi dan koordinasi bersama Kementerian PUPR melalui Dirjen Bina Marga.
“Kita akan minta koreksi kembali hasil perencanaan pembangunan Jembatan Mentaya. Apakah memungkinkan atau tidak. Nanti ada keluar rekomendasi dari mereka untuk pembangunan jembatan tersebut. Jika ada perbaikan juga akan segera disampaikan,” ujar Shalahuddin dilansir dari Kalteng Pos, Sabtu (14/9/2024).
Berkaitan dengan hal itu maka Gubernur Sugianto Sabran, melalui Dinas PUPR Kaltengnjuga akan menganggarkan pada 2025 untuk melakukan pengerjaan awal seperti pembangunan pondasi dan lainnya.
Pemprov Kalteng, Shalahuddin bilang juga akan terus memperjuangkan, terutama berkaitan dengan status jalan serta hal lain yang dianggap perlu. Sebab sementara ini masih jalan kabupaten. Namun akan diusulkan untuk menjadi jalan provinsi dan ditingkatkan menjadi jalan nasional.
“Untuk pengerjaan amdal dan lainnya, akan dilaksanakan pada tahun 2025. Sekarang yang sudah dilaksanakan melalui APBD Kotim adalah studi kelayakan dan lainnya. Sehingga yang segera dilaksanakan berbarengan dengan fisiknya adalah amdal dan amdal lalinnya,” kata dia.
Saat ini juga, Dinas PUPR Kotim bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tengah melaksanakan pengukuran lahan. Sehingga jika belum dilakukan pembebasan lahan, maka akan segera dilakukan pembebasan. Saat ini masih dilakukan pendataan.
Sementara dari sisi tata ruang, lokasi pembangunan Jembatan Mentaya merupakan daerah HPL. Sehingga tidak masalah karena bukan masuk kawasan hutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan bahwa pemkab bersama Pemprov Kalteng telah menyepakati kerja sama untuk membangun Jembatan Mentaya. Rencana pembangunan tersebut bisa dimulai pada 2025 akan datang.
“Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur saat kunjungan ke Kotim beberapa waktu lalu. Dimana gubernur menanyakan progres pembangunan Jembatan Mentaya. Bapak Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bertanya terkait proyek yang telah direncanakan sejak lama namun belum terealisasi. Gubernur pun mendorong agar rencana ini segera dilaksanakan,” tandas dia.
Editor: Aprie













