Ilustrasi - Elpiji 3 kg. Foto: Net

kabarmuarateweh.id, JAKARTA – Komisi VII DPR RI mendukung pemerintah untuk mengalihkan pemberian subsidi elpiji yang saat ini diberikan melalui produk tabung 3 kilogram (kg) menjadi diberikan secara langsung berupa uang tunai kepada masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengatakan, penggantian skema pemberian subsidi elpiji 3 kg ini diperlukan agar subsidi yang diberikan pemerintah ke warga menjadi lebih tepat sasaran.

Menurutnya, perubahan skema pemberian subsidi elpiji 3 kg ini bisa terjadi pada 2026

“Jadi diperkirakan tahun 2026, pemberian subsidi elpiji 3 kg yang sudah tidak ada lagi kepada produk. Jadi harga di pasaran itu semuanya sama. Yang kemudian terjadi adalah penerima yang berhak untuk menerima subsidi itu langsung akan dikirimkan, dikreditkan kepada itu langsung kepada rekening mereka masing-masing di bank,” ungkap Eddy dilansir CNBC Indonesia, Kamis (4/7/2024).

“Kan pemerintah sedang melakukan proses, kemudian program untuk penyaluran subsidi itu tidak kepada produknya, tetapi kepada orangnya, kepada penerimanya,” ucapnya.

Bila itu bisa diterapkan, maka dia bilang konsumsi elpji bersubsidi bisa ditekan.

Rekomendasi Berita  Ketua Komisi III DPRD Barut Apresiasi CSR PT SMM ke STIE Muara Teweh

“Yang akan terjadi apa? Yang akan terjadi nanti, volume elpiji 3 kg yang disubsidi itu akan menurun, karena nanti diberikan kepada kalangan masyarakat tertentu saja,” tambahnya.

Selain itu, dia juga mengusulkan agar pemerintah bisa melakukan pembatasan penjualan elpiji 3 kg, dengan mendetailkan siapa saja yang berhak mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

“Kami sudah sampaikan bahwa perlu adanya pembatasan untuk penjualan elpiji 3 kg dari aspek regulasi, bahwa regulasi harus ada untuk memberikan pembatasan terhadap siapa saja yang berhak membeli. Itu pertama,” ungkap Eddy.

Dengan begitu, skema pemberian subsidi elpiji 3 kg pada 2026 mendatang diperkirakan akan berubah yakni tidak lagi diberikan pada produknya, melainkan langsung diberikan uangnya kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Nanti masyarakat sudah menerima subsidinya untuk yang langsung diberikan kepada mereka. Apakah nanti mau dibelikan el 3 kg atau dibelikan yang lain-lain, atau apa itu ke masyarakat, tapi mereka sudah disubsidi untuk membeli LPG 3 kg langsung,” pungkasnya.

Sumber: CNBC Indonesia

Editor: Aprie