
KABARMUARATEWEH.ID Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan adanya potensi penurunan produksi jagung pada Januari hingga Februari. Adapun produksi jagung ini kategori pipilan kering dengan kandungan kadar air 14 persen.
“Untuk produksi jagung pipilan kering dengan 14 persen kadar air. Penurunan produksi jagung nasional akan terjadi di awal tahun,” ujar Kepala BPS, Amalia Adininggar.
Amalia merincikan bahaw produksi jagung di Januari 2024 sebanyak 0,50 juta ton, sedangkan tahun 2022 mencapai 1,39 juta ton. Kemudian produksi di Februari 2024 diperkirakan sebanyak 0,59 ton, mengalami penurunan dari tahun lalu yang mencapai 1,43 juta ton.
Meski demikian Amalian memastikan produksi akan meningkat pesat ketika masuk pada periode Maret 2024 mendapai 2,04 juta ton. Angka tersebut terpantau lebih tinggi dibanding tahun 2022 yang hanya menyentuh 1,20 juta ton.
Amalia menekankan secara umum produksi jagung pipilan kering pada periode Januari hingga Maret diperkirakan mencapai 3,13 juta hektare. Angka itu tercatat lebih rendah dari tahun 2022 yang mencapai 4,02 juta hektare.













