makanan diet
Makanan diet. (foto: freepik jcomp)

KABARMUARATEWEH.ID – Intermittent fasting merupakan salah satu metode diet yang terkenal. Namun, dalam praktiknya, masih banyak orang yang melakukan kesalahan, sehingga hasilnya tidak optimal.

Banyak orang memilih pola diet ini untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet ini memiliki dampak positif pada tubuh dan dapat memperpanjang angka harapan hidup.

Menurut Healthline, intermittent fasting adalah pola makan yang membagi waktu menjadi dua periode: puasa dan makan. Diet ini tidak mengatur jenis makanan yang harus dikonsumsi, tetapi kapan seseorang harus makan. Ada beberapa jenis pola puasa, seperti puasa 16 jam setiap hari atau puasa 24 jam dua kali seminggu.

Meskipun demikian, ahli gizi Mia Holm menyatakan bahwa dalam praktiknya, masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat menjalani pola puasa intermiten. Dia juga menekankan bahwa puasa ini tidak cocok untuk semua orang.

Berikut beberapa kesalahan diet intermittent fasting yang perlu diketahui menurut ahli, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post:

  1. Mengonsumsi minuman berkalori saat berpuasa, seperti susu atau kopi dengan gula. Sebaiknya, hanya minum air putih dan tambahkan sedikit garam untuk menjaga elektrolit tubuh.
  2. Kurang minum air putih, padahal hidrasi tambahan penting saat menjalani puasa intermiten.
  3. Mengonsumsi makanan tidak sehat saat periode makan setelah berpuasa, yang dapat membatalkan manfaat kesehatan dari diet ini.
  4. Melakukan olahraga berat saat puasa, yang dapat menimbulkan tekanan berlebih pada tubuh.
  5. Berpuasa sebelum menstruasi atau saat hamil, yang dapat meningkatkan stres pada tubuh dan mengganggu keseimbangan hormon.
  6. Makan terlalu sedikit selama periode makan, yang dapat menyebabkan penurunan massa otot dan melambatkan metabolisme.
  7. Makan malam terlalu larut, yang dapat mengganggu ritme sirkadian dan meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan obesitas.