Pemkab Barito Utara (Barut) melaksanakan pertemuan Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting 2024 yang dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan setempat, Rabu (25/9/2024). Foto: Diskominfosandi Barut

kabarmuarateweh.id, MUARA TEWEH – Pemkab Barito Utara (Barut) melaksanakan pertemuan Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting 2024 yang dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan setempat, Rabu (25/9/2024).

Kegiatan Pertemuan Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Barut, Eveready Noor, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Pariadi AR, serta seluruh unsur kepala perangkat daerah setempat.

Pj Sekda Barut, diwakili Eveready Noor, menyampaikan bahwa menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, Bupati Barut telah menetapkan keputusan nomor 188.44/106/2023 tentang tim percepatan penurunan stunting daerah ini.

Selanjutnya dijabarkan berbagai jenis kegiatan intervensi sensitif dan spesifik dalam percepatan penurunan stunting Kabupaten Barut.

“Dalam forum yang strategis ini saya berharap, agar kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah Kalteng, sehingga target capaian Kabupaten Barito Utara pada penurunan stunting sebesar 14 % di tahun 2024 akan dapat terealisasi, sesuai harapan kita bersama,” kata Eveready Noor.

Sementara Kepala Dinkes Barut, Pariadi AR, dalam paparannya menambahkan kegiatan ini adalah evaluasi Intervensi spesifik stunting yang dilaksanakan oleh Dinkes bersama seluruh jajaran terkait dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di wilayah kerja Barut.

Rekomendasi Berita  Pj Bupati Muhlis Buka Pencanangan PIN  Polio Tingkat Barut di SDN Melayu 5

“Tujuan kita pada hari ini dan berharap agar masalah stunting di Kabupaten Barito Utara semakin menurun. Alhamdulillah untuk tahun ini turun 15,3 persen, harapan kita di tahun 2024 ini mencapai penurunan 14 persen,” harap Pariadi.

Editor: Aprie