
kabarmuarateweh.id – Warga di wilayah perbatasan Indonesia–Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), khususnya di Dusun Metamauk, Desa Alas Selatan, Kabupaten Malaka, mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pemadaman ini berlangsung secara tidak teratur dan terjadi selama beberapa jam setiap hari. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk pelaku usaha di wilayah tersebut.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, berbagai perlombaan dan kegiatan hiburan digelar oleh pemerintah untuk menyemarakkan suasana. Namun, bagi warga di perbatasan, euforia kemerdekaan terasa pahit. Mereka berada dalam dilema antara rasa bahagia karena bisa mengibarkan Sang Merah Putih, dan rasa kecewa karena sering kali listrik padam saat momen-momen penting berlangsung.
Saat ini pemadaman listrik khususnya di wilayah Metamauk sering terjadi. Bahkan 2 hari yang lalu mati dari pagi sampai pagi lagi. Kejadian ini dikeluhkanwarga. Bukan hanya warga namun petugas Pln juga ikut mengeluh, apalagi padam menjelang perayaan HUT RI ke 80.
Mati listrik seringkali menyebabkan jaringan Telkomsel di wilayah tersebut juga hilang atau tidak stabil.
Kondisi ini rawan karena mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk perdagangan. Mereka berharap ada solusi untuk mengatasi masalah ini agar aktivitas sehari-hari tidak terhambat.
Pemadaman listrik menghambat aktivitas sehari-hari , termasuk kegiatan ekonomi seperti jual beli, serta kegiatan belajar mengajar.
Salah seorang warga, mira yang ditemui media ini, Kamis 15 Agustus 2025 mengatakan, pemadaman listrik membuat aktivitasnya terhambat.
“Saya tidak bisa bekerja di rumah karena tidak ada listrik. Laptop tidak bisa hidup. Jualan minuman dingin juga tidak ada, karena mati lampu,” katanya.
Dia Berharap agar petugas PLN mendengar keluhan mereka agar secepatnya di perbaiki sehingga kedepannya tidak terjadi lagi pemadaman sehingga aktivitas menjadi lancar.(*)
Penulis : Leonardo
Editor : Apri













