
kabarmuarateweh.id, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berusaha memperkuat ekosistem tata kelola dan integritas di industri jasa keuangan dalam menghadapi tantangan teknologi dan sosial yang semakin rumit.
Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena, mengatakan bahwa kasus fraud di lembaga jasa keuangan masih tinggi di Indonesia.
Potensi fraud akibat serangan cyber di sektor jasa keuangan itu juga meningkat dari tahun ke tahun. Tentunya aspek governansinya dalam pengembangan teknologi AI, machine learningitu perlu diperhatikan, ”katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa 17 Juni 2025.
Untuk itu OJK terus mencegah potensi risiko di sektor jasa keuangan. Serta langkah-langkah preventif yang dilakukan oleh OJK untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan konsumen.
“Jadi, audit internal itu tidak hanya mencari kesalahan orang, tapi justru mencari room for improvement-nya, itu untuk assurance nya. Tapi ada sisi lainnya yaitu ada fungsi konsultansi. Nah, inilah yang dibangun di OJK,” katanya.
Melalui pendekatan yang inklusif dan dialogis, OJK berharap nilai-nilai integritas dan tata kelola yang baik dapat tumbuh kuat tidak hanya di lingkungan kerja. Tapi, juga menjadi bagian dari karakter generasi muda Indonesia.
Penulis : Leonardo
Editor : Apri













