
kabarmuarateweh.id, MUARA TEWEH – Anggota DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, Rosi Wahyuni, berharap pemkab setempat, melalui dinas terkait bisa menghidupkan kembali para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Dewan Rosi Wahyuni bilang, salah satunya melalui gelaran Pasar Ramadan 1446 Hijriah, selama bulan puasa 2025 ini.
Dia berharap melalui Pasar wadai Ramadan kali ini, bisa juga meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM lebih baik.
“Pasar wadai Ramadan yang dilaksanakan pada bulan puasa dengan harapan bisa menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Barut yakni para pelaku UMKM,” kata Rosi kepada media ini, Kamis pagi (20/2/2025).
Anggota Dewan Barut dari Partai Hanura ini juga meminta para UMKM yang meriahkan pasar wadai Ramadan bisa menyajikan makanan dan minuman takjil sehat bersih tanpa bahan pengawet yang dapat merugikan konsumen.
“Kami juga mengajak agar masyarakat selalu menjaga toleransi di tengah-tengah keragaman yang ada dan kita rawat keberagaman itu sehingga silaturahmi di antara kita dapat terjaga dengan baik,” ujarnya
Pasar wadai Ramadan adalah salah satu dari usaha Pemkab Barut untuk memfasilitasi penjualan sebagian kecil usaha menengah, guna mempermudah dan meringankan dalam memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat.
Pasar Ramadan ini sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. “Diharapkan UMKM di Barito Utara dapat terus berkembang,” harapnya.
Seperti diketahui Pasar wadai Ramadan merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi bulan puasa di Bumi Iya Mulik Bengkan Turan, di mana masyarakat setempat menjual aneka menu makanan atau takjil khas untuk berbuka puasa.
Namun, Dewan Barut Rosi Wahyuni juga berharap agar pemkab bisa membuat aturan ke warung atau kios makanan dan minuman agar bisa menghargai orang yang sedang menjalankan puasa.
Pasar Ramadan di Halaman Kantor Bupati Barut
Belum lama ini, dalam pernyataannya Asisten II Setda Barut, H Gazali, menyampaikan bahwa lokasi Pasar Ramadan dipilih dan disepakati di Halaman Kantor Bupati, karena strategis dan dinilai mampu menampung pedagang serta memberikan kenyamanan bagi pembeli.
“Kesepakatan ini sudah melalui berbagai pertimbangan, baik dari aspek lokasi yang mudah dijangkau, kapasitas parkir, hingga kenyamanan masyarakat yang akan berbelanja selama bulan Ramadhan,” ujar Gazali kepada awak media belum lama ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barut, Dewi Handayani, menambahkan bahwa lokasi ini juga dipilih agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang kecil atau UMKM setempat.
“Kami berharap lokasi yang dipilih ini dapat mendukung kelancaran aktivitas Pasar Ramadan serta menjadi sarana bagi masyarakat untuk menikmati kuliner khas Ramadan sekaligus mendukung UMKM di Barito Utara,” ujar Dewi.
Namun, pihak pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa lokasi ini dapat berubah jika ada perkembangan atau pertimbangan lain yang lebih baik.
Pengumuman resmi akan disampaikan lebih lanjut apabila terdapat perubahan. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan Pasar Ramadan 1446 Hijriah dapat berjalan lancar, menjadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat, serta memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha setempat.
Editor: Aprie













