Mauricio Pochettino (instagram @pochettino)
Mauricio Pochettino (instagram @pochettino)

KABARMUARATEWEH.ID – Mauricio Pochettino telah resmi mundur dari jabatannya sebagai pelatih Chelsea pada Rabu setelah melakukan pertemuan dengan para petinggi klub London tersebut.

“Chelsea FC mengonfirmasi bahwa pihak klub dan Mauricio Pochettino sepakat untuk berpisah,” kata Chelsea dalam pernyataan di situs resmi mereka.

Kepergian Pochettino ini terjadi setelah pertemuannya dengan dua direktur olahraga Paul Winstanley dan Laurence Stewart, serta co-owner Behdad Eghbali selama dua hari terakhir. Meskipun Chelsea berhasil finis keenam dalam klasemen Liga Inggris setelah menang 2-1 atas Bournemouth

Pelatih asal Argentina tersebut hanya melatih The Blues selama satu tahun setelah ditunjuk pada 29 Mei 2023. Selama masa itu, dia mencatatkan 27 kemenangan, 10 imbang, dan 14 kekalahan dari total 51 pertandingan bersama Chelsea.

Namun, catatan tersebut dianggap buruk mengingat dia memiliki skuad yang mahal setelah klub mengeluarkan lebih dari 500 juta poundsterling untuk mendatangkan banyak pemain, termasuk pemecahan rekor transfer saat mendatangkan Moises Caicedo dengan nilai 115 juta poundsterling.

Rekomendasi Berita  Pasca Jadi WNI, Ini Kans Maarten Paes untuk Bela Indonesia Melawan Irak dan Filipina

Dalam pernyataannya, Pochettino mengucapkan terima kasih kepada para petinggi klub atas kepercayaan yang telah diberikan padanya untuk menangani Chelsea. “Terima kasih kepada pemilik klub. Klub dalam posisi yang bagus untuk terus melaju di Liga Premier League Inggris dan Eropa dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Selain Pochettino, empat asistennya juga meninggalkan Stamford Bridge, yakni Jesus Perez, Miguel d’Agostino, Toni Jimenez, dan Sebastiano Pochettino.

“Atas nama Chelsea, kami ingin menunjukkan rasa terima kasih atas pengabdian Mauricio musim ini. Dia akan selalu disambut di Stamford Bridge kapanpun itu dan kami mendoakan yang terbaik untuk karier kepelatihannya,” ujar Direktur Olahraga Chelsea Paul Winstanley dan Laurence Stewart dalam sebuah pernyataan bersama.