de Ligt Protes ke Wasit (sumber: instagram @deligt4_matthijs1)
de Ligt Protes ke Wasit (sumber: instagram @deligt4_matthijs1)

KABARMUARATEWEH.ID – Bek Bayern Munich, Matthijs de Ligt, merasa kecewa dengan keputusan wasit dalam pertandingan melawan Real Madrid. Dia bahkan menilai performa wasit pada malam itu sebagai memalukan.

Bayern Munich menelan kekalahan dari Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions 2023/2024 di Santiago Bernabeu, pada Kamis (9/5/2024) dini hari WIB, dengan skor 1-2. Meskipun sebagai tim tamu, Bayern sempat unggul melalui Alphonso Davies. Namun, pemain pengganti Joselu berhasil mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan sehingga Real Madrid berhasil melaju ke final.

De Ligt sebenarnya mencetak gol pada masa injury time. Namun, dia dinilai offside oleh hakim garis yang sudah mengibarkan bendera tanpa melibatkan VAR. De Ligt menyatakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Szymon Marciniak dalam laga melawan Real Madrid, bahkan menyebut performanya sebagai sangat memalukan.

“Jika itu offside, maka itu offside, tetapi kami memiliki aturan dalam sepak bola dan aturan tersebut menyatakan bahwa jika itu tidak jelas offside, padahal sebenarnya tidak, Anda harus terus bermain,” kata De Ligt kepada beIN Sports.

Rekomendasi Berita  Hasil MPL ID S13 : Geek Fam Pecah Telor

Dia juga menambahkan, “Jika Anda mencetak gol di menit-menit terakhir dan peluit ditiup seperti ini, menurut saya itu adalah kesalahan besar dan sangat memalukan. Tentang gol kedua Joselu, Rudiger hampir juga berada dalam posisi offside. Jika dia meniup peluit di sana, tidak ada apa-apa, tapi sekarang berbeda.”

Meskipun sangat kecewa dengan keputusan wasit, De Ligt menegaskan bahwa dia tidak ingin menjadikan hal itu sebagai alasan atas kekalahan timnya.

“Pihak hakim garis mengatakan kepada saya, ‘saya minta maaf karena telah melakukan kesalahan’. Tapi saya tidak mendapatkan apa pun dari itu,” lanjutnya.

“Pada akhirnya, saya bukanlah tipe orang yang suka menyalahkan wasit saat kalah atau menang. Madrid pantas menang karena menang 2-1, tapi aturan tetaplah aturan, dan hanya itu yang bisa saya katakan tentang hal itu.”