
kabarmuarateweh.id, MUARA TEWEH – Legislator DPRD Barito Utara (Barut), H Tajeri, mengatakan masih ada sejumlah sekolah di daerah ini diduga melakukan pungutan terhadap pelajar terkait penebusan buku paket pelajaran.
“Orangtua siswa masih ada melapor sekolah melakukan pungutan pembelian buku dan seragam sekolah. Sangat miris jika masih terjadi di sekolah dasar, menengah dan termasuk di sekolah menengah atas,” kata Tajeri, Senin (19/8/2024).
Legislator Tajeri bilang, pungutan itu dengan berbagai macam dalih.
Selain tebusan dan pembelian buku dan seragam juga ada hal lain dikeluhkan, yaitu gelar acara perpisahan, pelepasan kelas akhir/wisuda. Kasihan orang tua wali siswa jadi terbebani.
Pihak terkait kata legislator Gerindra ini, mesti memonitoring hal ini di lapangan, baik di sekolah dasar(SD), SMP dan juga SMA. Sebab terangnya masih ada pungutan itu terjadi.
“Saya banyak terima pengaduan lewat WA dari orang tua wali siswa. Sudah juga kami sampaikan jangan dituruti kalau tidak ada kemampuan untuk membeli buku. Alasan orang tua, beli beras saja susah, disuruh beli buku, baju jaket kemeja sekolah dan macam- macam untuk ditebus,” ungkapnya.
Dewan lanjut dia menyuarakan ini, mengingat sebagai wakil rakyat dititipkan amanah untuk mengawasi dan menjalankan perundangan berlaku. Termasuk berhubungan dengan tugas sebagai wakil rakyat di Kabupaten Barut khususnya.
“Jadi kami meminta dinas terkait sekali lagi turun sidak atau apa istilahnya untuk menegur sekaligus membina sekolah-sekolah yang masih melakukan berbagai pungutan. Hal ini bertentangan dengan peraturan pemerintah yang sudah menerapkan sekolah gratis 9 tahun,” tandasnya.
Editor: Aprie













