Tangkapan Layar - Laman IQAir yang erakhir diperbarui pada pukul 11.00 WIB menyatakan bahwa kualitas udara di Jakarta tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif pada Jumat (7/5/2024). Antara/Hreeloita Dharma Shanti

kabarmuarateweh.id, JAKARTA – Laman IQAir dalam laporannya, Sabtu (15/6/2024) pukul 05.00 WIB tercatat kualitas udara Kota Jakarta tidak sehat.

Tercatat kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif, mereka disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Melansir Antara, IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 106 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 40,4 mikrogram per meter kubik atau 8,1 kali lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Rekomendasi kesehatan mengingat kualitas udara saat ini selain mengurangi aktivitas luar ruang, juga mengenakan masker bagi kelompok sensitif yang berada di luar, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor, dan menyalakan penyaring udara.

Kualitas udara Jakarta bila dibandingkan sembilan wilayah lain di Indonesia menempati peringkat keempat terburuk setelah Tangerang Selatan, Banten (167); Bandung, Jawa Barat (138); dan Pagak, Jawa Timur (131).

Sebelumnya, kualitas udara Jakarta tercatat tiga hari berturut-turut dalam kondisi serupa dengan poin rata-rata 106 atau tidak sehat bagi kelompok sensitif. 

Rekomendasi Berita  Kapolres Barito Utara Berikan Bantuan Sosial Kepada Warga Kelurahan Jambu

Kualitas udara dinyatakan tidak sehat bagi kelompok sensitif bila berada pada rentang pada angka 101-150.

Adapun PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih lebih kecil 2,5 mikron (mikrometer) yang ditemukan di udara termasuk debu, asap dan jelaga.

Paparan PM2,5 dalam jangka panjang yakni berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis, dan penurunan pertumbuhan fungsi paru-paru pada anak-anak.

Sumber: Antara

Editor: Aprie