Tangkapan layar pengibaran bendera di Mamasa terbalik.

kabarmuarateweh.id – Langit cerah yang menyelimuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tiba-tiba terasa kelabu bagi satu tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Upacara yang semestinya menjadi puncak kebanggaan setelah berbulan-bulan latihan intensif justru berubah menjadi momen memilukan, ketika bendera Merah Putih secara tak sengaja dikibarkan dalam posisi terbalik—putih di atas, merah di bawah.

Insiden yang mengguncang perasaan ini terjadi di sebuah lapangan upacara yang dipenuhi oleh pejabat pemerintahan dan warga yang hadir dengan antusias. Semua mata tertuju pada tiga anggota Paskibraka yang melangkah dengan tegap dan presisi menuju tiang bendera—tanpa mengetahui bahwa kesalahan fatal akan mencoreng momen sakral tersebut.

Dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang mulai menggema, prosesi pembentangan dan pengibaran bendera dimulai.

Awalnya, semua berjalan sempurna. Gerakan mereka sinkron, wajah mereka penuh konsentrasi.

Namun, saat bendera mulai ditarik ke puncak tiang, kejanggalan mulai terlihat.

Warna putih berada di atas, sementara warna merah di bawah. Kesalahan fatal itu baru disadari ketika bendera telah membentang penuh, berkibar terbalik di angkasa.

Rekomendasi Berita  Harga BBM Non-Subsidi Naik 1 Juli 2025: Simak Rincian Pertamina, Shell, BP, dan Vivo.

Seketika, suasana khidmat berubah menjadi hening dan penuh keterkejutan.

Lagu Indonesia Raya terus berkumandang, namun prosesi kini diwarnai oleh aura kesedihan yang mendalam.

Bagi para anggota Paskibraka, ini adalah mimpi buruk yang menjadi kenyataan.

Puncak dari momen tragis ini terjadi sesaat setelah mereka menyelesaikan tugas dan kembali ke barisan.

Kamera menangkap momen saat para anggota Paskibraka, terutama sang pembawa baki dan pengibar, tak kuasa lagi menahan beban mental.

Kamera menangkap momen saat para anggota Paskibraka, terutama sang pembawa baki dan pengibar, tak kuasa lagi menahan beban mental.

Video yang merekam detik-detik insiden hingga pecahnya tangis para Paskibraka ini langsung viral di media sosial.

Publik pun terbelah. Ada yang melontarkan kritik tajam atas keteledoran tersebut, namun jauh lebih banyak yang memberikan dukungan dan simpati.

Warganet ramai-ramai menuliskan kalimat penguat, mengingatkan bahwa mereka adalah pahlawan muda yang telah berjuang keras dan insiden ini adalah sebuah kecelakaan yang tidak disengaja.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit tentang betapa beratnya tekanan dan tanggung jawab yang dipikul oleh anak-anak muda di pundak mereka.

Rekomendasi Berita  Pelantikan KPPS Teweh Tengah Digelar, Penyelenggara Diminta Jaga Netralitas dalam PSU Pilbup Barut

Di balik seragam putih yang gagah, mereka adalah remaja yang mendedikasikan waktu dan tenaga untuk sebuah tugas mulia.

Tangis mereka bukanlah tangis cengeng, melainkan tangis pertanggungjawaban dan cinta yang begitu besar pada Merah Putih.(*)

Penulis : Leonardo

Editor : Apri