Ilustrasi - Siswa sekolah dasar membaca buku pelajaran. Foto: JIBI via Solopos.com

kabarmuarateweh.id, MUARA TEWEH – Viralnya soal keluhan orang tua siswa mahal menebus buku paket pelajaran tingkat sekolah dasar di Kabupaten Barito Utara (Barut) mendapat tanggapan serius Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, Selasa (6/8/2024).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Barut, Syahmiludin A Surapati, membantah soal mahalnya menebus buku paket pelajaran hingga ratusan ribu rupiah di sekolah bawah binaan mereka.

Menurutnya hal itu tidak benar dan pihaknya sudah turun ke lapangan menindaklanjuti kabar viral itu.

“Kami sudah sidak hari ini tadi, seluruh sekolah dilakukan kroscek dan hasilnya sekolah-sekolah di bawah binaan Dinas Pendidikan baik tingkat SD maupun SMP tidak ada melakukan tebusan buku paket pelajaran,” tegas Syahmiludin, Selasa (6/8/2024) sore.

Dia mengatakan, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sudah cukup untuk membiayai keperluan sekolah.

“Keterlaluan kalau ada pungutan lagi untuk tebus buku paket pelajaran. Hari ini saya berani pastikan jika sekolah-sekolah di bawah binaan Dinas Pendidikan Barito Utara, tidak ada melakukan pungutan tebus buku pelajaran,” tegasnya lagi.

Rekomendasi Berita  Pemerintah Kabupaten Barito Utara Terima Hasil EPPD, dan Raih Hasil Peringkat 4 se Kalteng

Sementara ketika ditanyakan soal kabar ada pihak di SMPN 1 Muara Teweh, meminta kepada siswa menebus sebesar Rp 400 ribu per paket buku pelajaran semester. Syahmiludin menjawab yang jelas tidak boleh ada hal semacam itu di tingkat pendidikan dasar.

Fakta ditemukan di lapangan jika memang ada sekolah meminta siswa menebus buku paket pelajaran. Namun Syahmiludin kembali menegaskan sekolah-sekolah itu bukan di bawah tanggung jawab pihaknya.

“Ada memang seperti MIN, MTSN dan MAN. Tetapi itu sekolah di bawah binaan Kementerian Agama. Warga mesti memahami dan mengetahui hal itu,” ucapnya.

Viral di Facebook! Tebus Buku Pelajaran SD di Barut Capai Ratusan Ribu Rupiah

Viral di Facebook! Tebus Buku Pelajaran SD di Barut Capai Ratusan Ribu Rupiah

Syahmiludin menjelaskan, pungutan buku seperti dikeluhkan orang tua wali siswa di sosial media memang sangat memberatkan.

“Kita berharap ke depan sekolah lain di bawah binaan Kementerian Agama dan Provinsi bisa saling koordinasi. Selama ini daerah juga sudah memberi dukungan dalam segala hal. Baik pembangunan sekolah dan hal lain,” tandasnya

Rekomendasi Berita  Pemkab Barito Utara Raih Pengakuan Nasional di UHC Award 2026

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial Facebook sejumlah orang tua siswa sekolah dasar sederajat di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng, mengeluhkan mahalnya menebus buku pelajaran anak mereka.

Dikabarkan sekali menebus buku pelajaran mencapai lebih Rp 800 ribu per paket buku dalam semester. Seperti yang dikeluhkan Meggy Cah Lemo di Grup Facebook Info Seputar Muara Teweh.

Dia mengunggah sebuah keluhan sekaligus pertanyaan terkait mahalnya menebus buku pelajaran siswa sekolah dasar atau SD. Dia juga mempertanyakan apa memang wajib siswa menebus buku paket sampai Rp 800 ribu lebih.

Editor: Aprie