
KABARMUARATEWEH.ID Peran jaga perang itu dilaksanakan KRI Frans Kaisiepo-368 saat melintasi perairan Laut Merah, pada Selasa 16 Januari 2024 hingga Jumat 19 Januari 2024 lalu, dalam pelayaran menuju ke Tanah Air usai menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.
“Pemberlakuan peran jaga perang harus dilaksanakan dengan tingkat kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang tinggi dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan,” kata Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh dalam siaran pers Dinas Penerangan TNI AL, Senin 22 Januari 2024.
“Kehadiran KRI Frans Kaisiepo juga memberikan rasa aman bagi kapal-kapal berbendera Indonesia sekaligus meyakinkan mereka melalui The Internationally Recommended Transit Corridor (IRCT) saat melintasi Teluk Aden,” kata John David.
Diketahui, dikutip dari siaran pers yang sama, perairan Laut Merah, Bab El Mandeb, dan Teluk Aden menjadi Area Of Interest dengan kondisi keamanan yang belum kondusif menyusul serangan beberapa kapal niaga yang melintas oleh kelompok Houthi dari Yaman dan eksistensi perompak dari Somalia.
Selain itu, KRI Frans Kaisiepo-368 juga aktif menjalin komunikasi dengan kapal perang asing yang tergabung dalam CTF 151 (counter piracy) dan CTF 153 (Security Cooperation in Red Sea and Gulf of Aden), pesawat udara militer yang melintas pada kolom udara di atasnya, serta kapal-kapal niaga, terutama yang berbendera Indonesia dalam rangka sharing informasi dan update situasi terkini.













