
KABARMUARATEWEH.ID – Ada beberapa kriteria daging yang baik untuk dikonsumsi, termasuk tekstur, warna, tampilan, dan baunya. Mengetahui hal ini penting agar terhindar dari keracunan makanan dan penyakit menular yang berasal dari daging.
Kriteria Daging yang Baik :
- Tidak Berbau Busuk
Daging segar memiliki aroma yang segar. Setiap jenis daging memiliki bau khasnya sendiri. Daging yang aman dikonsumsi tidak memiliki bau menusuk, tengik, amis, atau asam. Jika daging berbau busuk, sebaiknya jangan dikonsumsi karena sudah tidak aman.
- Tidak Benyek atau Berair
Daging yang baik biasanya memiliki permukaan yang relatif kering untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Jika daging berair, itu bisa menandakan adanya bakteri atau cairan tersebut adalah sari daging, bukan darah. Untuk daging dalam kemasan, pastikan kemasan tidak rusak dan perhatikan tanggal kedaluwarsanya.
- Sertifikasi Halal
Untuk memastikan keamanan pangan, daging harus disertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), kecuali untuk jenis daging tertentu seperti daging babi. Sertifikasi ini menjamin bahwa daging dipotong, disimpan, dan diolah sesuai standar keamanan pangan nasional.
- Warna yang Tidak Pucat
Daging yang segar biasanya memiliki warna yang cerah. Daging sapi, kambing, dan kerbau yang segar berwarna merah, tidak pucat, dan tidak kotor. Daging ayam, bebek, dan unggas lain berwarna putih kemerahan dengan serabut daging yang halus. Daging babi berwarna merah jambu tua dengan lemak putih yang keras.
- Teksturnya Kenyal
Daging segar memiliki tekstur yang kenyal dan tidak berlendir. Tekan daging perlahan dengan jari, jika kembali ke posisi semula, daging tersebut masih segar. Daging yang sudah busuk biasanya terasa lembek, lengket, dan berlendir saat disentuh.
Selain memperhatikan kriteria tersebut, cara menyimpan dan mengolah daging juga penting. Daging segar atau mentah harus disimpan dalam wadah bersih dan tertutup, dan sebaiknya diolah sebelum masa kedaluwarsanya. Saat hendak memasak, cairkan daging secara merata dan masak hingga matang. Jangan membekukan kembali daging yang sudah dicairkan, namun daging yang sudah dimasak boleh dibekukan.
Jika setelah mengkonsumsi daging yang tidak segar muncul gejala keracunan makanan seperti muntah, diare, atau sakit perut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.













