Mercedes-Benz
Mercedes-Benz. (foto: X @MercedesBenz)

KABARMUARATEWEH.ID – Keputusan Mercedes-Benz untuk mengurangi investasi dalam pengembangan platform EV mewah dengan menghentikan pembangunan arsitektur MB.EA Large merupakan kabar mengejutkan bagi industri otomotif.

Mercedes-Benz memutuskan untuk menghentikan pengembangan platform MB.EA Large karena buruknya penjualan model EQE dan EQS. Keputusan ini diharapkan dapat menghemat investasi sekitar 4 miliar euro hingga 6 miliar euro.

Awalnya, Mercedes-Benz berencana mengembangkan dua versi platform MB.EA, yakni MB.EA Medium untuk sedan dan SUV EQC terbaru, dan MB.EA Large untuk kendaraan berukuran besar yang lebih premium. Platform MB.EA Large direncanakan akan digunakan pada berbagai model, termasuk penerus EQE dan EQS.

Dengan pembatalan pengembangan MB.EA Large, Mercedes-Benz akan lebih fokus pada pengembangan platform EVA2, dasar dari model EQE dan EQS yang ada. Platform EVA2 akan ditingkatkan dengan arsitektur pengisian daya 800V, teknologi sel baterai baru, dan motor listrik yang lebih efisien untuk meningkatkan jangkauan.

Bersamaan dengan pembatalan pengembangan MB.EA Large, Mercedes-Benz memiliki rencana kuat untuk mengembangkan lebih lanjut platform MMA untuk EV berukuran kompak, MB.AMG untuk mobil sport, dan MB.VAN untuk kendaraan komersial.

Rekomendasi Berita  DPRD Mura Sambut Baik Rencana Pemkab Gelar RDP Terkait Ratusan Tekon

Keputusan Mercedes-Benz ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh produsen otomotif dalam menghadapi perubahan ke arah mobil listrik. Dengan memfokuskan investasi pada platform yang lebih menjanjikan dan meningkatkan teknologi yang ada, Mercedes-Benz berharap dapat tetap kompetitif di pasar yang semakin berkembang ini.