Momen pencoblosan (sumber: X @bengkeldodo)

KABARMUMARATEWEH.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, saat memulai tahapan Pilkada Serentak 2024 di Provinsi Bali, menyerukan agar para peserta mengadopsi konsep kampanye hijau selama masa kampanye.

Idham Holik, seorang Komisioner KPU RI, menyampaikan hal ini di Denpasar pada malam hari Minggu (5/5), dengan tujuan menjaga keindahan Bali yang terkenal dengan pariwisata. Menurutnya, kampanye yang merusak lingkungan dapat berdampak negatif pada sektor pariwisata.

“Saya yakin bahwa para peserta Pilkada di Bali akan mulai mengutamakan konsep kampanye yang peduli terhadap lingkungan, bukan hanya pada aspek estetika,” katanya.

“Kita semua tahu bahwa Bali adalah destinasi wisata internasional, oleh karena itu keindahannya harus dijaga. Bali dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia, sehingga keindahan alamnya perlu dijaga dengan baik,” tambahnya.

Kampanye hijau yang diinginkan oleh KPU RI mencakup penggunaan bahan alat peraga yang ramah lingkungan dan penempatannya yang tidak merusak, seperti larangan memasang alat peraga dengan memaku pohon

Jika ada peserta kampanye Pilkada Serentak 2024 yang melanggar aturan tersebut dengan memaku pohon untuk memasang alat peraga, mereka dapat ditindak oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Rekomendasi Berita  CFD Ditiadakan pada Masa Tenang Pemilu 11 Februari 2024

“Kami yakin dengan kesadaran yang tinggi untuk menjaga keindahan lingkungan dan kelestariannya, peserta Pilkada di Bali tidak akan melakukan hal tersebut. Keindahan Bali adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Idham juga menegaskan bahwa tidak hanya Bali sebagai destinasi pariwisata yang perlu dijaga, tetapi konsep kampanye hijau juga harus ditekankan di daerah lain mengingat kondisi pemanasan global yang semakin memprihatinkan.

“Kampanye hijau dalam Pilkada merupakan kebutuhan bersama. Saya pikir ini merupakan aktualisasi dari prinsip-prinsip etika dan ajaran dari semua agama yang mengajarkan bahwa kita tidak boleh merusak alam, termasuk dengan memaku pohon karena pohon bukanlah tempat untuk dipaku. Sudah saatnya kita menunjukkan bahwa kampanye dalam Pilkada ini lebih beradab dan peduli terhadap lingkungan,” ungkap Idham Holik.