
KABARMUARATEWEH.ID – Ancaman dunia maya kini semakin umum ditemui, seiring dengan semakin lekatnya kehidupan kita dengan dunia digital. Kini kita harus semakin waspada akan potensi menyusupnya malware, atau virus ke dalam perangkat digital, bahkan perlu menjadikan ini sebagai salah satu prioritas utama.
Di sinilah program-program antivirus wajib hadir sebagai pelengkap keamanan. Tetapi, dengan banyaknya pilihan program yang mana yang sebaiknya digunakan? Ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam memlilih antivirus untuk perangkat Windows, termasuk program yang mencakup perlindungan terhadap berbagai malware, ransomware, serangan firewall dan lain sebagainya.
Berikut beberapa antivirus untuk Windows dengan rating tertinggi yang dapat Anda coba pada 2024, sebagaimana dilansir Slashgear:
1. Norton AntiVirus
Norton adalah nama yang telah identic dengan antivirus serta keamanan dan perlindungan online.
2. Bitdefender
Menjaga komputer dari beberapa virus dan serangan dunia maya paling terkenal, Bitdefender telah hadir sejak 2001. Selain itu perlindungan ransomware dan firewallnya yang canggih, alat pengoptimal satu-klik Bitdefender adalah tool yang sangat baik untuk mengosongkan ruang dan meningkatkan kinerja pada computer Anda, terutama untuk komputer yang lebih lambat.
3. Avira
Meskipun bukan nama yang terkenal, Avira menghadirkan sejumlah alat keamanan yang bisa melindungi pengguna dari serangan online, spyware, penipuan phishing, dan ancaman terkait identitas.
4. McAfee
Menawarkan serangkaian fitur perlindungan yang dirancang untuk melawan berbagai serangan siber, McAfee terus menjadi nama terkemuka di bidang antivirus. Selain alat pendeteksi trojan dan ransomware biasa, McAfee juga dapat diandalkan melawan keylogger dan adware.
5. Malwarebytes
Malwarebytes menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang mencari perlindungan menyeluruh secara real-time untuk perangkat mereka terhadap ransomware, trojan, dan serangan cyber lainnya. Solusi anti-virus ini mempunyai fitur perlindungan terhadap eksploitasi zero-day dan serangan brute force.
Editor : Rika Septiari













