Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR RI: Kita Butuh Koreksi dan Kritik Walau Kadang Menyesakkan.

kabarmuarateweh.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap koreksi, pengawasan, dan kritik dari berbagai pihak, termasuk mereka yang berada di luar pemerintahan. Ia menyampaikan hal tersebut dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2025.

“Silakan yang berada di luar pemerintah, tidak ada masalah. Terima kasih, kita butuh koreksi, kita butuh pengawasan, kita butuh kritik — walaupun kadang-kadang kritik itu menyesakkan juga ya. Tapi tidak ada masalah, jangan berhenti mengkritik,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjalankan demokrasi yang sesuai dengan budaya bangsa. Ia menambahkan bahwa pembangunan ekonomi harus berlandaskan pada visi para pendiri bangsa, demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, adil, dan sejahtera.

Presiden mengatakan, kesejahteraan rakyat sebagai tolok ukur keberhasilan negara merdeka. Apabila rakyat tidak sejahtera maka tujuan kemerdekaan belum tercapai.

Oleh karena itu, Prabowo mengajak semua pihak untuk bekerja sama, meskipun terdapat perbedaan pendapat demi mencapai tujuan bersama.

Rekomendasi Berita  Bersiap! CASN 2024 Segera Dibuka, Ada 71.643 Formasi di IKN

“Kita berbeda-beda boleh, tapi satu tujuan kita,” ucapnya.

Prabowo menegaskan bahwa pihak di luar pemerintahan memiliki peran penting melalui pengawasan, koreksi, dan kritik.

Kepala Negaramengaku kritik kadang-kadang menyesakkan, namun tetap dibutuhkan dan tidak boleh dihentikan.

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga meminta pihak-pihak yang berada di dalam pemerintah agar tetap berani memperhatikan dan mendefinisikan kebijakan.

“Saya juga minta dari menyatukan kita tetap di dalam pemerintahan harus berani mengawasi, harus berani mengoreksi,” kata Presiden.

Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025, dan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Rangka HUT Ke-80 Kemerdekaan RI digelar di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Jumat. Acara itu dihadiri oleh 600 lebih anggota dewan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, sejumlah tokoh publik, perwakilan negara-negara sahabat, serta pimpinan partai politik.

Dalam acara yang sama, Presiden Ke-7 Joko Widodo, Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Ke-6 Try Sutrisno, Wapres Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wapres Ke-11 Boediono, Wapres Ke-13 Ma’ruf Amin juga turut menghadiri Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025 dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta mendengar langsung Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Rangka HUT Ke-80 Kemerdekaan RI.

Rekomendasi Berita  Presiden Prabowo Cabut Tunjangan DPR, Kunjungan ke Luar Negeri di Stop Sementara

Agenda Sidang Tahunan MPR RI diawali dengan pidato pembuka dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani, kemudian dilanjutkan dengan pidato pengantar Sidang Bersama DPR dan DPD RI oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Usai dua pidato pengantar, ada penayangan video mengenai pelaksanaan program-program prioritas dan capaian-capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selepas Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan, acara dilanjutkan dengan persembahan lagu-lagu Nusantara, dan sidang pun ditutup oleh Ketua DPR RI.(*)

Penulis : Leonardo

Editor : Apri