Anggota DPRD Barito Utara, H Tajeri. (foto: Dok.kabarmarateweh)

KABARMUARATEEH.ID, Muara Teweh- Warga 5 desa di Kecamatan Teweh Tengah mengeluh lantaran lampu penerang jalan atau PJU tidak pernah di pasang di desa mereka.

Warga 4 desa yang mengeluhkan itu adalah, warga Desa Sei Rahayu I, Sei Rahayu 2, Desa Beringin Raya, dan  Warga Desa Rimba Sari.

Keluhan ini disampaikan mereka kepada wakil rakyat yang tengah melakukan reses di desa mereka.

“Warga 4 desa itu mengeluhkan selalu dipungut biaya listrik PJU, tetapi sebaliknya, lampu penerang jalan tidak pernah di pasang. Lalu kemana duit pungutan itu, padahal jumlahnya mencapai Rp7 miliar,” kata anggota DPRD Barito Utara, H Tajeri kepada media ini, Senin 15 Januari 2024.

Politisi Partai Gerindra ini menerangkan, pungutan memang di lakukan oleh PLN di setiap warga membeli token listrik. Namun uangnya dikembalikan ke pemerintah daerah.

Makanaya kami dari wakil rakyat akan menyampaikan keluhan warga di beberpa desa yang banyak belum dipasang lampu penerang jalan, di tahun 2024 ini segera di pasang lampu penerang jalan.

Rekomendasi Berita  Perayaan Iduladha 1445 Hijriah, Pemkab Barut Gelar Open House 

“Ironis memang dipungut tapi masyarakat tidak menikmati penerang lampu jalan. Ini terjadi di semua desa yang saya kunjungi Reses di Kecamatan Teweh Tengah. Lampu penerang jalan tidak ada satu pun. Saya minta tahun 2024 semua lampu penerang jalan dinyalakan, pendapatan dana dari PLN untuk PJU 7 Milyar lebih per tahunnya, kemana saja dana tersebut,” tutupnya.

Keluhan warga 4 desa di Kecamatan Teweh Tengah ini juga pernah disampaikan oleh warga Kelurahan Lahei I dan II. Mereka mengeluh, pungutan dilakukan setiap bulan, namun penerang lampu jalannya justru tidak di pasang.(*)