Ilustrasi MBG.

kabarmuarateweh.id – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Papua Barat terus mendorong pemanfaatan pangan lokal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat setempat.

Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Papua Barat secara konsisten menyajikan bahan pangan lokal serta menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penyediaan menu Program MBG.

Koordinator BGN Regional Papua Barat, Erika Vionita Werinussa, menjelaskan bahwa berbagai komoditas pangan lokal seperti petatas, keladi, dan kasbi diolah sebagai pengganti nasi. Bahan pangan tersebut dibeli langsung dari petani dan pedagang lokal guna mendukung kesejahteraan masyarakat.

Meski awalnya disajikan setiap pekan, frekuensi penyajian kini disesuaikan menjadi satu kali dalam sebulan mengikuti respons peserta didik.

Kebijakan ini merupakan arahan BGN Pusat yang secara nasional mulai diterapkan sejak Januari 2026, meski Papua Barat telah menjalankannya lebih awal sejak pertengahan 2025.

Selain itu, BGN Papua Barat juga bekerja sama dengan sedikitnya sembilan UMKM untuk penyediaan makanan tambahan seperti roti.

Rekomendasi Berita  Erick Thohir Buka Suara Terkait Ide AMIN untuk Membubarkan BUMN diganti dengan Koperasi

Saat ini, penerima manfaat MBG di Papua Barat mencapai lebih dari 94 ribu orang, dengan Manokwari sebagai wilayah terbanyak yang dilayani oleh 22 SPPG.

Program MBG di Papua Barat didukung total 43 dapur dan akan diperluas ke Kabupaten Pegunungan Arfak mulai Februari 2026.(*)

Penulis : Leonardo