Foto Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri

kabarmuarateweh.id – Menyusul serangkaian bencana alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri, S.E., M.M, S.H., M.H., menyampaikan keprihatinan yang mendalam sekaligus mengajak seluruh pihak, khususnya di Barito Utara, untuk melakukan introspeksi. Ia menekankan pentingnya setiap daerah mengambil pelajaran dari musibah tersebut demi memperkuat ketahanan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam pernyataannya pada Kamis (4/12), Tajeri menyoroti bahwa setiap peristiwa memiliki hikmah tersendiri. Ia mengimbau seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan momentum ini sebagai perhatian serius dalam pengelolaan lingkungan, sehingga bencana serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

“Daerah kita, khususnya Barito Utara, harus berkaca dan mengambil pembelajaran dari musibah saudara kita tersebut. Harus kita akui, ini adalah fakta di lapangan, masih banyak lahan bekas tambang batu bara yang belum direklamasi,” ujar Tajeri, seraya menyebutkan adanya tambang lainnya serta kondisi hutan yang semakin berkurang.

Sebagai wakil rakyat, Tajeri menyampaikan aspirasi dan harapannya kepada Pemerintah Daerah. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Barito Utara, dalam hal ini Bupati, untuk segera melakukan pengecekan lapangan menyeluruh terkait status reklamasi lahan bekas tambang.

Rekomendasi Berita  Berdampak Buruk, Legislator Parmana Setiawan Ajak Generasi Muda Barut Jauhi Narkoba

“Harapan saya, dari hasil pengecekan lapangan itu, dapat dilaporkan secara komprehensif kepada Pemerintah Pusat, khususnya kementerian teknis terkait. Tujuannya agar lahan-lahan bekas tambang yang mangkrak dapat segera direklamasi sesuai peruntukannya,” jelas Tajeri.

Ia menyayangkan ditemukannya sejumlah perusahaan tambang yang sudah tidak beroperasi, tetapi meninggalkan lahan bekas galian tanpa tindakan reklamasi. Menurutnya, aturan perundang-undangan di sektor pertambangan sebenarnya telah jelas dan memberikan sanksi tegas. Oleh karena itu, implementasi dan penegakan aturan tersebut perlu menjadi fokus.

“Saya yakin aturannya jelas dan sanksinya tegas. Mari kita pastikan aturan itu bekerja untuk melindungi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Tajeri juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Barito Utara untuk turut berperan aktif. Ia mengajak untuk belajar dari peristiwa bencana dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan desa dan daerah masing-masing. Ayo kita galakkan menanam pohon, dan bijak dalam pengelolaan sumber daya alam. Semoga daerah kita dan seluruh wilayah Indonesia terhindar dari musibah serupa,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita  Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri, Nurul Anwar: Wujud Nyata Pemberdayaan dan Kemandirian Ekonomi di Desa Barito Utara

Ajakan reflektif dan konstruktif dari pimpinan dewan ini diharapkan dapat mendorong sinergi antara pemerintah, legislatif, perusahaan, dan masyarakat dalam program rehabilitasi lingkungan serta pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab di Kabupaten Barito Utara.(*)

Penulis : Yehezkiel

Editor : Apri