
Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Nurul Anwar, mendorong edukasi mengenai metrologi legal diberikan secara berkelanjutan kepada pelajar sejak bangku sekolah. Dorongan tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan Sosialisasi Metrologi Legal yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Barito Utara di Aula SMP Negeri 1 Muara Teweh, Kamis (13/8/2026).
Menurut Nurul Anwar, pengenalan metrologi legal kepada pelajar memiliki manfaat luas. Materi mengenai ukuran, takaran dan timbangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga dapat menjadi sarana menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada generasi muda. “Ini kegiatan yang sangat baik. Anak-anak sejak dini perlu memahami bahwa ukuran, takaran dan timbangan harus dilakukan dengan benar. Dari sini kita bisa menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab,” ujar Nurul Anwar.
Ia mengatakan, metrologi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Dalam berbagai aktivitas sehari-hari, khususnya transaksi jual beli, masyarakat menggunakan alat ukur, timbangan maupun takaran.
Karena itu, pemahaman mengenai metrologi legal dinilai penting diberikan kepada pelajar sebagai bekal sebelum mereka memasuki kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja, termasuk ketika nantinya terlibat dalam aktivitas ekonomi dan perdagangan.
Nurul Anwar juga menekankan pentingnya membangun kesadaran generasi muda mengenai praktik perdagangan yang adil. Menurutnya, penggunaan alat ukur dan timbangan yang benar dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan terhadap konsumen sekaligus membangun kepercayaan dalam transaksi. “Kejujuran dalam perdagangan harus dimulai dari hal-hal sederhana. Kalau ukuran dan timbangan benar, maka hak penjual dan pembeli sama-sama terlindungi,” katanya.
Ia berharap, sosialisasi metrologi legal dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Barito Utara.
Selain memperluas sasaran, Nurul Anwar mendorong Disdagrin menghadirkan materi yang lebih aplikatif dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, pelajar tidak hanya memahami metrologi secara teori, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan.













