Axiom Space.

kabarmuarateweh.id – Max Space, sebuah startup inovatif di bidang teknologi modul ekspandabel, mengumumkan rencana ambisius untuk membangun stasiun luar angkasa komersial yang dapat diluncurkan hanya dengan satu roket Falcon 9.

Seiring dengan pergeseran strategi NASA dalam program Destinasi Orbit Bumi Rendah Komersial (CLD), Max Space melihat peluang untuk mempercepat rencana jangka panjang mereka. Stasiun ini dirancang untuk mendukung empat orang secara terus-menerus dan menampilkan dua pelabuhan dok untuk kendaraan pengunjung.

Desain unik Thunderbird Station, yang dapat diluncurkan dengan satu Falcon 9, menonjol dengan struktur interior morfiknya. Teknologi ini menggunakan bahan lembut yang dapat disesuaikan oleh kru untuk mendukung beragam aktivitas. Max Space juga telah merekrut mantan astronot NASA, Nicole Stott, untuk memimpin tim desain dan rekayasa.

Keputusan Max Space untuk mengembangkan stasiun mereka sendiri menunjukkan pandangan strategis dalam memanfaatkan perubahan kebijakan NASA. Ada juga potensi besar untuk klien yang ingin melanjutkan penelitian dari ISS atau terlibat dalam manufaktur di luar angkasa, meski minat pada aplikasi lain seperti pariwisata masih terbatas.

Rekomendasi Berita  Bupati Barito Utara Resmi Memberangkatkan Kafilah MTQH XXXIII, Diawali dengan Sholat Hajat Bersama

Dengan langkah ambisius ini, Max Space tidak hanya berkontribusi pada inovasi teknologi luar angkasa tetapi juga membuka jalan bagi kemungkinan baru dalam eksplorasi dan pemanfaatan luar angkasa. Pertanyaannya adalah, bagaimana kemajuan ini akan membentuk masa depan stasiun luar angkasa komersial?(*)

Penulis : Leonardo