
kabarmuarateweh.id – Pasar Pendopo dikenal sebagai salah satu pasar tradisional utama di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Pasar ini menawarkan beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako seperti minyak, beras, ayam, ikan, hingga telur, bahkan juga menjual berbagai aksesoris. Kelengkapan barang dagangan membuat pasar ini kerap disebut sebagai “pasar serba ada.”
Pasar Pendopo memiliki sejarah panjang sejak diresmikan pada 10 April 1980 di halaman pasar. Namun, pada 17 Juni 1990, pasar tersebut mengalami kebakaran hebat yang mengakibatkan sebagian besar bangunan rusak. Setelah bertahun-tahun, pembangunan kembali akhirnya terealisasi pada 2016 di Muara Teweh, sebagaimana tercatat dalam laporan Media Demokrasi.
Salah satu pedagang sembako, Hajah Meimunah (60), mengatakan bahwa setiap hari ia menjual beras, minyak goreng, telur, dan kebutuhan dapur lainnya. Menurutnya, Pasar Pendopo selalu menjadi pilihan utama warga untuk berbelanja karena lokasinya strategis dan harganya relatif terjangkau.
“Yang sering naik itu telur dan beras, yang lain nya seperti kecap, bumbu-bumbu tetap stabil kalo harga yang turun itu gaada,” Kata Ibu Hajah, Selasa pagi.
Seorang pembeli yang ditemui di Pasar Pendopo, Muara Teweh, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga kebutuhan pokok sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Itu lumayan berpengaruh di kehidupan. Kalau harga pasar naik turun, kadang bikin kebutuhan pokok jadi tidak menentu. Mau tidak mau, kami harus pintar-pintar menyesuaikan belanja,” ujar Pembeli, Selasa, 30 September 2025 pagi.
Kini, Pasar Pendopo kembali menjadi salah satu lokasi favorit warga Muara Teweh untuk berbelanja kebutuhan pokok. Bagi masyarakat setempat, pasar ini bukan hanya sekadar tempat transaksi, melainkan juga ruang yang penuh kenangan, dengan suasana ramai dan khas yang tetap terjaga sejak awal berdirinya.(*)
Penulis : Yehezkiel
Editor : Apri













