
KABARMUARATEWEH.ID Kita terbiasa menggantung handuk yang baru dipakai untuk kemudian dipakai lagi di waktu mandi berikutnya. Sehingga akhirnya handuk tersebut mulai berbau tidak sedap, barulah kita terpikir untuk mencuci dan menggantinya dengan handuk yang baru.
Andai saja kita mengetahui apa yang menempel di handuk tersebut sejak pertama kali dipakai, kita pasti akan memperlakukannya seperti halnya pakaian, yaitu langsung dicuci begitu habis digunakan.
Sebenarnya begitu pertama kali digunakan, handuk dapat terkontaminasi dengan banyak hal yang dapat meningkatkan risiko infeksi, termasuk Staphylococcus aureus yang bisa menimbulkan infeksi kulit; E. coli yang biasa ditemukan di feses; serta jamur penyebab kurap. Jadi setelah sekali digunakan harusnya handauk langsung dicuci.
Namun, masih bisa ditoleransi menggunakannya dua atau tiga kali – maksimal – selama handuk tersebut dikeringkan dan dijemur sepenuhnya setelah digunakan. Pengeringan ini akan membantu membunuh mikroba potensial yang ada di handuk dan menghentikannya untuk berkembang.
Tidak ada toleransi menggunakan handuk dua sampai tiga kali tidak berlaku pada orang yang memiliki luka terbuka atau goresan di tubuh, baru menjalani operasi, atau memiliki eksim atau ruam kulit.
Hal tersebut berlaku karena dalam kondisi tersebut, barier kulit tidak utuh, dan menggunakan kembali handuk yang sudah dipakai dapat menyebarkan infeksi atau berkontribusi pada infeksi berulang.













