
kabarmuarateweh.id – Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, menyampaikan bahwa tarif layanan internet di Indonesia saat ini sudah sangat terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Pernyataan ini didukung oleh ketersediaan beragam pilihan paket internet yang mempermudah akses bagi berbagai kalangan.
Arif menegaskan bahwa tarif layanan broadband di Indonesia termasuk salah satu yang terendah di dunia. Ia menyatakan bahwa harga internet di Indonesia sudah cukup terjangkau, terutama untuk layanan broadband. “Menurut saya, harga internet di Indonesia sudah sangat terjangkau. Untuk broadband, tarifnya bahkan mendekati yang terendah secara global. Sulit untuk menemukan harga yang lebih murah lagi,” ujarnya dalam konferensi di Jakarta Pusat, Rabu 16 Juni 2025.
Menurut survei Profil Internet Indonesia 2025 yang dirilis APJII, penetrasi internet tertinggi berada pada kelompok berpenghasilan di atas Rp6 juta per bulan (91,47%). Namun, kontribusi terbesar justru berasal dari masyarakat berpendapatan menengah ke bawah, seperti kelompok Rp1 juta–Rp1,5 juta (20,97%) dan di bawah Rp1 juta (17,80%).
Data Penetrasi Internet Berdasarkan Pendapatan
Berikut rincian penetrasi internet berdasarkan tingkat pendapatan menurut survei APJII:
- Di atas Rp6 juta: 91,47%
- Rp3,5 juta–Rp6 juta: 89,87%
- Rp2,5 juta–Rp3,5 juta: 87,63%
- Rp2 juta–Rp2,5 juta: 84,38%
- Rp1,5 juta–Rp2 juta: 81,42%
- Rp1 juta–Rp1,5 juta: 78,06%
- Di bawah Rp1 juta: 70,73%
Meski penetrasi internet di kalangan berpenghasilan rendah masih di bawah 80%, Arif optimistis akses akan terus meningkat seiring dengan perluasan jaringan dan inovasi layanan seperti XL SATU Lite yang menawarkan solusi internet rumah terjangkau.
Survei ini melibatkan 8.700 responden dari seluruh provinsi di Indonesia berusia minimal 13 tahun, dilakukan pada 10 April hingga 16 Juni 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa internet semakin menjadi kebutuhan dasar, didukung oleh harga yang semakin kompetitif seperti paket khusus TikTok untuk kreator dan UMKM.(*)
Penulis : Leonardo
Editor : Apri













