Anggota DPRD Murung Raya, Liangsoi. Foto: Setwan Mura

kabarmuarateweh.id, PURUK CAHU – Melalui program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Tahun Anggaran 2022, 2023 dan 2024 telah memberikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) atau pemasangan KWH PLN dan Instalasi secara gratis kepada masyarakat atau rumah tangga tidak mampu di Kabupaten Murung Raya (Mura).

Anggota DPRD Mura, Liangsoi, berharap ke depan bersamaan dengan selesainya program listrik desa (lisdes) di Kecamatan Laung Tuhup dan Barito Tuhup Raya, PLN sudah menyala, maka bantuan program BPBL dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM ini sangat dibutuhkan masyarakat.

Menurut legislator Liangsoi, masih banyak terdapat masyarakat Mura yang tidak mampu yang belum menikmati aliran listrik PLN.

“Mengingat masih banyak terdapat masyarakat Murung Raya yang tidak mampu agar semua Rumah Tangga di daerah itu dapat menikmati listrik PLN, Merdeka dalam terang akan melahirkan generasi cerdas di masa yang akan datang, Mura Emas Tahun 2030,” kata legislator Liangsoi, Senin (16/9/2024).

Politisi PAN ini berharap dengan adanya penerangan di rumah-rumah warga ini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat.

Rekomendasi Berita  Murung Raya Bersiap Rayakan Hari Santri Nasional 2025 dengan Semarak

“Adanya listrik ini tentu dapat menunjang banyak kegiatan dan aktivitas warga baik malam hari ataupun juga pada siang hari, anak-anak pun bisa belajar dan yang mempunyai usaha rumahan juga dapat menghidupkan kembali usahanya,” katanya.

Program BPBL merupakan program kegiatan Pemerintah Pusat pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM 2023. Sasaran dari program BPBL atau penerima manfaatnya adalah rumah tangga tidak mampu, di mana pada daerah tersebut sudah teraliri jaringan listrik PLN.

Kabupaten Mura telah mendapatkan program BPJS dari Pemerintah Pusat untuk rumah tangga tidak mampu sebagai penerima manfaat program BPBL

Untuk tahun 2022 sebanyak 1092 (Rumah Tangga) tersebar di 7 Kecamatan

Pada 2023 sebanyak 873 (rumah tangga) tersebar di 5 kecamatan. Sedangkan 2024 sudah mengajukan usul BPBL sebanyak 250 rumah tangga tidak mampu.

Editor: Aprie